Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Tol Japek II Selatan Kubur 11 Ha Sawah Warga, Petani Citaman Turun ke Jalan

6 menit baca

Latar Proyek: Tol Japek II Selatan, PSN Rp14,69 Triliun yang Kini Telah Beroperasi

Tol Jakarta-Cikampek II Selatan merupakan Proyek Strategis Nasional yang dibangun sepanjang kurang lebih 62 kilometer, melintasi wilayah Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta. Proyek ini dikelola oleh PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) sebagai Badan Usaha Jalan Tol dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp14,69 triliun.

Secara operasional, PT Jasamarga Japek Selatan telah mengoperasikan jalur fungsional Tol Japek II Selatan segmen Sadang–Setu sepanjang 52 km sejak 24 Maret 2026 untuk mengurai kemacetan arus balik Lebaran. Tol ini kini aktif digunakan sebagai jalur alternatif di koridor Jakarta–Bandung.

Ironi pun muncul: tol yang dibangun di atas penderitaan warga Citaman kini sudah melayani jutaan pengguna jalan. Sementara itu, 12 petani yang sawahnya tertimbun longsoran konstruksi tol yang sama belum menerima kompensasi atau solusi apapun sejak 2022.

Catatan penting: pada November 2025, Kepala BPJT Wilan Oktavian menyebutkan bahwa pelaksana proyek masih menangani sejumlah titik longsor di beberapa segmen trase Tol Japek II Selatan. Penanganan longsor ini menjadi salah satu prioritas sebelum tol dapat sepenuhnya dioperasikan secara komersial. Artinya, masalah longsor bukan hanya dirasakan warga sekitar — ia juga menjadi hambatan teknis proyek itu sendiri.

Jasamarga Belum Beri Tanggapan Resmi

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Jasamarga belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan warga Kampung Citaman. Mahidara yang menjadi sumber berita awal menyebutkan telah berupaya menghubungi Jasamarga, namun tidak mendapat respons.

Ketidakhadiran respons ini semakin mempertegas pola yang konsisten dalam konflik antara warga Citaman dan pengelola proyek: janji tanpa realisasi, dialog tanpa tindakan. Bagi para petani yang lahannya sudah empat tahun tidak bisa ditanami, setiap hari tanpa kepastian adalah kerugian yang terus bertambah.

Warga menegaskan, mereka tidak menolak proyek infrastruktur nasional. Yang mereka tuntut hanyalah pertanggungjawaban nyata — berupa retaining wall yang sudah dijanjikan dan kompensasi atas sawah yang sudah empat tahun mati.

Sumber: https://mahidara.co/sawah-tertimbun-longsor-tol-japek-ii-selatan-warga-citaman-karawang-protes/

· · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *