Karawang, MAHIDARA – DPRD Kabupaten Karawang meminta seluruh panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) menjaga netralitas dan tidak berpihak kepada salah satu calon. Permintaan itu bertujuan menjaga pelaksanaan Pilkades serentak tetap aman, tertib, dan bebas konflik.
Sikap panitia menjadi salah satu kunci. Pelaksanaan Pilkades serentak, menurut DPRD, tidak boleh memicu konflik di tengah masyarakat.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang Lili Mahali menyampaikan permintaan tersebut. Ia menilai netralitas panitia ikut menentukan kelancaran seluruh proses pemilihan.
Menurut Lili, setiap tahapan Pilkades harus berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan. Seluruh calon juga harus mendapat perlakuan yang sama.
Lili menegaskan tidak boleh ada pihak yang merasa diuntungkan maupun dirugikan.
Dalam pernyataan Lili, perlakuan sama bagi seluruh calon menjadi tolok ukur netralitas. Panitia yang netral tidak membuat satu pihak merasa diuntungkan atau dirugikan.
Lili menjabarkan peran panitia lewat tiga kriteria: profesional, transparan, dan sesuai aturan. Ketiganya berlaku untuk setiap tahapan, bukan hanya pemungutan suara.
“Panitia juga harus menjaga netralitas. Semua calon harus diperlakukan sama dan setiap tahapan harus dilaksanakan sesuai aturan yang sudah ditetapkan,” katanya.
Pernyataan itu memuat tiga tuntutan kepada panitia. Panitia harus netral, memperlakukan semua calon sama, dan menjalankan tahapan sesuai aturan yang berlaku.
Lili menyebut perbedaan pilihan dalam Pilkades sebagai hal wajar dalam proses demokrasi. Namun, perbedaan itu jangan berkembang menjadi perselisihan yang memecah masyarakat.
“Pilkades ini merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Jadi perbedaan pilihan itu hal yang biasa.”
“Jangan sampai karena berbeda pilihan kemudian terjadi konflik atau perpecahan,” ujarnya.
Lili memakai istilah pesta demokrasi untuk menggambarkan Pilkades. Istilah itu menempatkan Pilkades sebagai ajang demokrasi bagi masyarakat desa.
Ia juga meminta para calon kepala desa dan tim pendukungnya ikut menjaga suasana tetap kondusif. Permintaan itu tidak hanya ia tujukan kepada panitia.
Lili mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
Informasi yang belum jelas kebenarannya menjadi salah satu hal yang ia soroti. Masyarakat, menurut dia, perlu berhati-hati menyikapinya.
Peringatan soal informasi yang belum jelas kebenarannya menyasar masyarakat. Peringatan soal emosi menyasar calon dan masyarakat.
Persoalan dalam pelaksanaan Pilkades bisa saja muncul. Apabila itu terjadi, Lili meminta calon maupun masyarakat menggunakan mekanisme penyelesaian yang sudah ada dalam aturan.
Menurutnya, persoalan tahapan Pilkades tidak boleh selesai lewat emosi. Tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan juga tidak boleh menjadi jalan keluar.
“Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan emosi. Ada mekanisme yang bisa ditempuh.”
“Kita ingin Pilkades ini berjalan aman, tertib dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar mendapat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Sumber: https://mahidara.co/pilkades-serentak-karawang-panitia-netral-dprd/

