Kalimat itu menyebut dua tujuan sekaligus. Pilkades diharapkan berjalan aman dan tertib, lalu menghasilkan pemimpin desa yang mendapat kepercayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut mengaitkan keamanan, ketertiban, dan kepercayaan masyarakat dalam satu rangkaian. Keamanan dan ketertiban menjadi syarat, sedangkan kepercayaan menjadi hasil.
Lili menambahkan bahwa seluruh pihak harus menjalankan perannya masing-masing. Pihak yang ia sebut meliputi pemerintah daerah, panitia, calon kepala desa, aparat keamanan, hingga masyarakat.
Lima kelompok masuk dalam daftar itu. Masing-masing memegang peran dalam menjaga Pilkades tetap aman.
Ia berharap persaingan selama Pilkades tidak berlanjut menjadi kubu-kubuan setelah pemungutan suara selesai.
Harapan itu menjangkau masa sesudah pemungutan suara. Lili tidak hanya berbicara tentang proses, tetapi juga tentang suasana desa setelah pemungutan suara.
“Setelah Pilkades selesai, jangan ada lagi kubu-kubuan. Siapapun yang terpilih harus didukung bersama untuk membangun desa,” tutupnya.
Pesan penutup Lili jelas. Siapa pun yang terpilih menjadi kepala desa perlu mendapat dukungan bersama untuk membangun desa.
Permintaan Lili menyentuh tiga hal sekaligus. Ia mengaitkan netralitas dengan penyelenggaraan, penyelesaian persoalan dengan mekanisme yang berlaku, dan persatuan dengan masa setelah pemungutan suara.
Dengan begitu, DPRD Kabupaten Karawang menekankan agar Pilkades serentak tidak memicu konflik di tengah masyarakat. Panitia, calon, tim pendukung, dan warga sama-sama mendapat peran dalam target itu.
Hingga berita ini ditulis, keterangan Lili belum memuat jadwal Pilkades serentak maupun jumlah desa yang menggelarnya.
Sumber: https://mahidara.co/pilkades-serentak-karawang-panitia-netral-dprd/

