Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Kisah Hanif Korban TPPO di Kamboja: Dipaksa Jadi Scammer hingga Disiksa, Pulang Jelang Lebaran

5 menit baca

Ia turun langsung membantu proses pemulangan Hanif yang terkendala biaya.

Apa Tanggapan Pemerintah dan Harapan ke Depan?

Desakan Penanganan Lebih Serius

Deddy mendesak pemerintah pusat untuk lebih serius menangani kasus TPPO.

“Kalau saya saran buat pemerintah pusat, sebenarnya pemerintah pusat ini kan katanya di Kamboja itu ada sekitar 6 ribu lagi ya warga kita jadi korban TPPO, seharusnya pemerintah pusat hadirlah,” tegasnya.

Ia juga meminta DPR RI dan instansi terkait untuk lebih aktif dalam membantu korban.

Peringatan bagi Masyarakat

Deddy mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar.

“Jangan terlalu tergiur bahwa kerja di luar negeri itu dengan penghasilan yang luar biasa, padahal sebenarnya mereka nanti bisa jadi dijual di luar negeri,” pungkasnya.

Mengapa Kasus Ini Penting untuk Diketahui?

Kasus Hanif menunjukkan bagaimana praktik TPPO masih menjadi ancaman serius.

Modus penipuan yang semakin canggih membuat banyak orang rentan menjadi korban.

Penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan verifikasi sebelum menerima tawaran kerja di luar negeri.

Kesimpulan: Kisah Nyata Bahaya TPPO di Era Digital

Kisah Hanif menjadi gambaran nyata betapa berbahayanya praktik perdagangan orang yang dikemas dalam tawaran pekerjaan.

Dari janji manis hingga penyiksaan, pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas.

Sumber: https://mahidara.co/kisah-hanif-korban-tppo-kamboja-scam-love-dan-penyiksaan-2026/

· · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *