“Maka dari itu, transparansi, evaluasi kebijakan, dan pengawasan publik terhadap tunjangan fantastis DPRD Karawang mutlak diperlukan demi menjaga integritas demokrasi dan keadilan sosial,” lanjutnya.
Di tengah sorotan tajam masyarakat, tunjangan fantastis DPRD Karawang menjadi ujian nyata: apakah para wakil rakyat benar-benar mewakili rakyat, atau hanya mewakili kepentingan elite mereka sendiri?
Hingga kini, tunjangan fantastis DPRD Karawang tetap menjadi perdebatan hangat yang menuntut jawaban konkret, bukan sekadar diam atau mengalihkan isu seperti yang dilakukan pihak Sekwan.
Pada akhirnya, tunjangan fantastis DPRD Karawang bukan masalah anggaran, tapi masalah hati nurani dan komitmen terhadap amanah rakyat yang telah memilih mereka.
Dan selama tunjangan fantastis DPRD Karawang terus melambung tanpa pertanggungjawaban moral, maka keadilan sosial akan tetap menjadi mimpi yang jauh dari jangkauan rakyat Karawang.
Sumber: https://mahidara.co/tunjangan-fantastis-dprd-karawang-bikin-publik-geleng-geleng/

