Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Pemkab Karawang Santuni 1.000 Anak Yatim di 10 Muharram 1448 H

5 menit baca

Dalam tausiyahnya di Karawang, KH. Muhammad Syauqi MZ mengingatkan pentingnya konsistensi dalam berbagi kepedulian kepada anak yatim, tidak hanya pada bulan Muharram, tetapi juga di hari-hari biasa, sebagai bekal pahala di akhirat kelak.

Mengapa 10 Muharram Identik dengan Santunan Anak Yatim?

Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memang dikenal luas di Indonesia sebagai “Lebaran Anak Yatim” atau Idul Yatama. Istilah ini lahir dari tradisi budaya masyarakat Muslim Nusantara, bukan dari dalil syariat yang baku, namun nilai di baliknya selaras dengan ajaran Islam tentang kasih sayang kepada anak yatim. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menyebut bahwa orang yang merawat anak yatim akan berada dekat dengannya di surga kelak.

Sejumlah ulama, termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama, mendorong umat Islam memanfaatkan momentum 10 Muharram untuk berbagi kepada sesama, termasuk anak yatim. Di sisi lain, Muhammadiyah mengingatkan agar kepedulian terhadap anak yatim tidak dipahami sebagai kewajiban yang hanya berlaku pada 10 Muharram saja, melainkan amalan yang semestinya berlangsung sepanjang tahun — pesan yang sejalan dengan apa yang disampaikan KH. Muhammad Syauqi MZ dalam tausiyahnya di Karawang.

Penyerahan Santunan dan Doa Bersama

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan dan paket bantuan secara simbolis kepada anak-anak yatim yang hadir di Aula Husni Hamid. Rangkaian kegiatan Santunan Anak Yatim 10 Muharram 1448 H Pemkab Karawang ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, dan kemajuan seluruh masyarakat Kabupaten Karawang.


FAQ Seputar Santunan Anak Yatim 10 Muharram di Karawang

Q: Mengapa 10 Muharram disebut sebagai Lebaran Anak Yatim? A: Karena pada Hari Asyura ini umat Islam dianjurkan memperbanyak kepedulian kepada anak yatim, sebagai wujud meneladani kasih sayang Rasulullah SAW. Istilah “Lebaran Anak Yatim” sendiri merupakan tradisi budaya masyarakat Indonesia, bukan ketetapan syariat yang baku.

Q: Berapa jumlah anak yatim yang menerima santunan dari Pemkab Karawang pada momentum 10 Muharram 1448 H?

A: Total santunan menyasar sekitar 1.000 anak yatim, dengan 100 anak hadir secara simbolis di Aula Husni Hamid dan 900 anak lainnya menerima bantuan melalui distribusi BAZNAS Kabupaten Karawang ke berbagai wilayah.

Q: Siapa KH. Muhammad Syauqi MZ yang mengisi tausiyah dalam acara ini? A: Ia adalah putra ketiga almarhum KH. Zainuddin MZ, dai kondang yang dijuluki “dai sejuta umat”, dan kini meneruskan dakwah sang ayah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia.

Sumber: https://mahidara.co/pemkab-karawang-santuni-anak-yatim-10-muharram/

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *