Menurutnya, bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu secara ekonomi tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para pengabdi umat.
Ia juga berharap para penerima bantuan dapat terus menjalankan tugas mereka dengan penuh keikhlasan dalam membimbing masyarakat.
“Ini merupakan wujud cinta dan apresiasi kami dari Pemerintah Kabupaten Karawang atas dedikasi para guru ngaji, amil, marbot, dan para pengabdi umat yang selama ini membimbing serta mendidik masyarakat,” kata Aep.
Program Insentif Jadi Bentuk Dukungan Pembangunan Sosial
Pemerintah Daerah Dorong Penguatan Nilai Keagamaan
Program insentif bagi guru ngaji dan pengabdi umat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat mendorong keberlanjutan kegiatan pendidikan agama serta memperkuat peran tokoh keagamaan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat karakter masyarakat melalui pendidikan agama.
Dengan penyaluran bantuan yang menjangkau puluhan ribu penerima, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Karawang.
“Bismillah, semoga bantuan ini membawa keberkahan dan semakin menambah semangat para pengabdi umat dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat,” pungkas Aep Syaepuloh.
Sumber: https://mahidara.co/insentif-guru-ngaji-marbot-karawang-2026-cair-rp256-miliar-pemkab/

