Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Dirawat Dengan Hati, Bendung Walahar Masih Tangguh Alirkan Rezeki Meski Berusia 100 Tahun

4 menit baca

Untuk menjawab tantangan zaman, PJT II mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti Smart Water Operation Management (SWOM) yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap debit, curah hujan, dan kondisi operasional bendung.

Dengan SWOM, distribusi air irigasi dan air baku menjadi lebih presisi, mengurangi risiko kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan sebuah lompatan besar dari sistem manual yang digunakan seabad lalu.

Teknologi ini juga memungkinkan deteksi dini kerusakan infrastruktur, efisiensi energi, dan pengambilan keputusan berbasis data, tanpa menghilangkan sentuhan manusia yang tetap menjadi nyawa operasional Bendung Walahar di Karawang.

Imam menegaskan bahwa, perayaan 100 tahun Bendung Walahar di Karawang bukan hanya nostalgia, tapi komitmen untuk menjaga aliran kehidupan ini hingga seratus tahun ke depan.

“Walahar telah mengalirkan kehidupan selama satu abad. Tugas kami adalah memastikan aliran itu tak pernah berhenti untuk generasi mendatang,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa teknologi bukan pengganti manusia, melainkan penguat sebab di balik setiap sensor digital, tetap ada insan PJT II yang bekerja dengan disiplin, integritas, dan cinta pada tanah air.

Sinergi antara PJT II, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberlanjutan Bendung Walahar di Karawang, terutama dalam mengatur jadwal tanam dan distribusi air secara adil selama musim kritis.

Bagi PJT II, setiap tetes air yang mengalir dari Bendung Walahar di Karawang adalah amanah yang harus dikelola dengan transparansi, akuntabilitas, dan rasa tanggung jawab tinggi.

Kedepan, PJT II berkomitmen mempertahankan keaslian struktur bendung sekaligus memperkuat sistem digital untuk memastikan efisiensi jangka panjang.

Perpaduan unik antara warisan sejarah dan inovasi modern inilah yang menjadikan Bendung Walahar di Karawang sebagai model pengelolaan air berkelanjutan yang layak ditiru secara nasional.

Lebih dari sekadar bangunan, Bendung Walahar di Karawang adalah simbol ketangguhan, keberlanjutan, dan cinta pada bumi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Saat dunia berlomba membangun infrastruktur baru, Bendung Walahar Karawang mengajarkan pelajaran berharga: kadang, yang paling tua justru yang paling tangguh asal dirawat dengan hati,” pungkasnya.***

Sumber: https://mahidara.co/dirawat-dengan-hati-bendung-walahar-masih-tangguh-alirkan-rezeki-meski-berusia-100-tahun/

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *