Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Pekerjaan Terancam AI di Indonesia, Haruskah Kita Takut atau Bersiap?

4 menit baca

Peran Pemerintah dan Masa Depan Pekerjaan

Lapangan Kerja Baru Harus Diciptakan

Menurut Bhima, pemerintah tak bisa tinggal diam. Disrupsi AI harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja baru, terutama di sektor-sektor strategis.

Salah satu sektor yang disorot adalah ketahanan pangan. Bhima menilai sektor ini seharusnya digarap oleh anak muda potensial, bukan hanya didominasi aparat. Pertanian modern, hilirisasi perkebunan, dan teknologi pangan bisa menjadi sumber pekerjaan baru dengan nilai tambah tinggi.

Pendidikan Harus Ikut Berubah

Selain lapangan kerja, sistem pendidikan juga perlu berbenah. Dari perguruan tinggi hingga sekolah vokasi, kurikulum harus lebih adaptif terhadap AI.

Tujuannya bukan menjauhkan AI dari dunia pendidikan, tetapi justru mengajarkan cara memanfaatkannya. AI bisa menjadi alat belajar, asisten riset, hingga sarana melatih keterampilan baru.

Anak Muda, Jangan Cuma Jadi Penonton

Dari Konsumen ke Pencipta Teknologi

Bhima mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi AI. Anak muda perlu didorong masuk ke sektor high-tech, seperti software engineering, data science, dan pengembangan model bisnis berbasis AI.

Tanpa itu, Indonesia berisiko mengulang pola lama: menjadi pasar besar, tapi bukan pemain utama. Talenta lokal justru direbut negara lain, sementara di dalam negeri hanya menjadi konsumen.

Haruskah Kita Takut?

Ketakutan itu wajar. Namun sejarah menunjukkan bahwa setiap lompatan teknologi selalu menghilangkan sebagian pekerjaan, sekaligus menciptakan yang baru.

Internet pernah “menghilangkan” banyak profesi, tapi juga melahirkan pekerjaan yang sebelumnya tak pernah ada. AI pun akan melakukan hal serupa.

Bedanya, perubahan kali ini jauh lebih cepat.

Saatnya Bergerak, Bukan Menunggu

Pekerjaan yang berpotensi digantikan AI di Indonesia adalah sinyal, bukan vonis. Sinyal bahwa dunia kerja sedang berubah dan semua pihak perlu bersiap.

Bagi pekerja, ini saatnya belajar ulang dan menambah nilai diri. Bagi pemerintah dan dunia pendidikan, ini momentum untuk memastikan perubahan teknologi tidak meninggalkan terlalu banyak orang di belakang.

AI mungkin mengubah cara kita bekerja, tetapi masa depan tetap ditentukan oleh manusia yang mau beradaptasi.

Sumber: https://mahidara.co/pekerjaan-terancam-ai-di-indonesia-cerita-nyata-dan-cara-bertahan-di-era-digital/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *