Beberapa dekade lalu, ide tentang sebuah komputer tipis yang bisa disentuh dan dibawa ke mana saja hanyalah impian para ilmuwan. Namun kini, tablet menjadi salah satu perangkat paling serbaguna di dunia teknologi modern. Ia bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari cara manusia bekerja, belajar, dan menikmati hiburan.
Perjalanan tablet bukanlah kisah yang lahir dalam semalam. Ia adalah hasil dari puluhan tahun inovasi, eksperimen, dan perubahan cara pandang terhadap teknologi komputasi.
Awal Mula: Ketika Ide Lebih Dulu dari Teknologi
Untuk memahami asal-usul tablet, kita perlu kembali ke awal 1970-an. Seorang ilmuwan visioner bernama Alan Kay dari Xerox PARC memperkenalkan konsep bernama Dynabook pada tahun 1972. Ia membayangkan sebuah komputer pribadi ringan, portabel, dan mudah digunakan oleh siapa pun — bahkan anak-anak.
Dynabook bukan sekadar perangkat, melainkan simbol dari masa depan komputasi personal. Dalam konsepnya, pengguna bisa belajar, menulis, membaca, dan berkreasi hanya dengan layar sentuh di pangkuan mereka. Namun, teknologi di masa itu belum mampu mewujudkan visi tersebut. Komputer masih besar, berat, dan jauh dari kata portabel.
Meski begitu, gagasan Dynabook menyalakan api inovasi di benak para insinyur teknologi selama beberapa dekade ke depan.
Eksperimen Era 80–90-an: Jalan Panjang Menuju Tablet Sejati
Memasuki era 1980–1990-an, berbagai perusahaan mulai mencoba membawa ide komputer layar sentuh ke dunia nyata. Perangkat seperti GRiDPad, Newton MessagePad dari Apple, dan berbagai “pen-based computer” lain mulai bermunculan.
Namun, keberhasilan masih jauh dari harapan. Keterbatasan daya tahan baterai, harga tinggi, dan teknologi layar yang belum sensitif membuat tablet sulit diterima pasar. Pada masa itu, komputer desktop dan laptop masih menjadi pilihan utama untuk produktivitas.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar