Kabar Daerah

Catatan Akhir Tahun KDM di Bawah Teropong Kritis Publik Jawa Barat

Jenal Murtado
Ketua Gerbang Tani Jawa Barat Jenal Murtado

Karawang – Dalam dinamika politik kontemporer, euforia dan servis awal terhadap seorang figur pemimpin kerap mengemuka.

Namun, pada akhirnya, sorotan publik tertuju pada substansi yang lebih hakiki, komitmen terhadap prinsip kepemimpinan yang bersih, transparan, dan bebas dari jerat kekuasaan serta materi.

Menyambut tutup tahun 2025, Ketua Gerbang Tani Jawa Barat Jenal Murtado menyampaikan sejumlah pertanyaan reflektif yang mengalir dari berbagai elemen masyarakat Jawa Barat, ia mengetengahkan evaluasi terhadap kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM).

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam pencitraan semata, melainkan melakukan pengawasan yang objektif dan berkelanjutan, terhadap pemerintahan,” kata Jenal, saat diwawancarai awak media, Sabtu (29/11/2025).

Jenal juga menyampaikan keprihatinan yang mengenai fenomena politik uang, yang sering terjadi di tengah dinamika pemilihan umum, dan pemilihan kepala daerah.

900 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi Opsen PKB di Karawang

“Segala bentuk konsolidasi, silaturahmi, hingga kunjungan kerja, kerap diidentikkan dengan pengeluaran dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, saya mengajak segenap saudara untuk senantiasa menjaga kewaspadaan terhadap pemimpin kita di Jawa Barat saat ini. Mari kita jadikan pengalaman masa lalu sebagai cermin, agar kesalahan yang sama tidak terulang,” kata dia.

Catatan tersebut secara khusus mempertanyakan integritas dan transparansi KDM dalam beberapa hal krusial.

“Di antaranya yang menjadi pertanyaan kami adalah adalah tata kelola keuangan daerah, kebersihan politik tanpa kompromi, serta netralitas dalam proses pengadaan barang dan jasa,” ungkapnya.

Tiga pertanyaan mendasar dilontarkan Jenal, mulai dari transparansi hingga implementasi kebijakan yang bersih dari tekanan politik.

“Pertama kami tanyakan transparansi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan KDM,” ujar dia.

IJTI: Jurnalis Bukan Londo Ireng, Pers Pilar Demokrasi

Kedua Jenal juga mempertanyakan kebijakan-kebijakan yang diimplementasikan oleh KDM, “Apakah kebijakan yang diimplementasikan benar-benar lahir dari politik yang bersih, tanpa prakondisi, dan bebas dari kepentingan transaksional, itu juga harus dijawab dan dibuktikan,” imbuhnya.

“Yang ketiga, adakah jaminan bahwa setiap proyek pembangunan dilelang secara terbuka dan objektif, tanpa adanya praktik pengkondisian yang menguntungkan pihak tertentu,” lanjutnya.

Jenal juga mengingatkan agar masyarakat tidak terbuai oleh konten media sosial yang terstruktur rapi.

“Publik harus bersikap sabar dan kritis dalam menilai, dengan hanya melihat pada bukti nyata selama masa jabatan. Bukan pada konten yang terstruktur,” ucap Jenal.

Jenal mengaskan, catatan refleksi ini menegaskan bahwa untuk saat ini, KDM dinilai telah berhasil membangun citra yang kuat dan memengaruhi persepsi masyarakat Jawa Barat.

Dua Raperda Strategis Digarap Pansus Baru DPRD Kabupaten Karawang

“Namun, di balik kesan yang terbentuk, itu masyarakat harus terus mengedepankan sikap analitis dan kritis, menjadikan kinerja nyata sebagai satu-satunya parameter keberhasilan seorang pemimpin,” pungkasnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *