Dukungan Ketua PWI Karawang ini menegaskan penerimaan positif kalangan pers daerah atas program kemitraan PHE ONWJ. Pernyataan Nila turut menyoroti dua nilai utama acara, yakni silaturahmi dan edukasi.
Geopolitik hulu migas menjadi salah satu isu strategis bagi keberlangsungan investasi energi Indonesia. Materi ini relevan mengingat sektor migas nasional kerap bersinggungan dengan dinamika geopolitik global.
Sementara itu, kalangan pekerja media kian mendesak membahas etika pemanfaatan AI dalam jurnalistik. Teknologi ini berpotensi mengubah cara kerja redaksi, mulai dari riset hingga produksi konten berita.
Pembahasan etika AI menjadi bagian dari upaya menjaga standar profesionalisme jurnalistik di tengah perubahan teknologi. Isu ini melengkapi materi geopolitik yang bersifat lebih teknis dan makro.
PHE ONWJ berharap hubungan kemitraan strategis dengan media massa dapat terus diperkuat melalui kegiatan semacam ini. Penguatan hubungan ini menyasar dukungan terhadap transparansi informasi di sektor hulu migas.
PHE ONWJ turut mengaitkan penguatan hubungan tersebut dengan keberlanjutan industri hulu migas nasional secara keseluruhan. Kedua tujuan ini menjadi benang merah utama penyelenggaraan Media Gathering 2026.
Transparansi informasi menjadi kunci bagi industri ekstraktif seperti hulu migas yang kerap bersinggungan dengan kepentingan publik. Hubungan baik dengan media turut menopang kepercayaan masyarakat terhadap operasional perusahaan.
Media Gathering 2026 menjadi salah satu strategi komunikasi korporat PHE ONWJ merawat hubungan dengan pemangku kepentingan pers. Program ini melibatkan wartawan dari tiga kabupaten sekaligus dalam satu waktu.
Keterlibatan wartawan dari Karawang, Subang, dan Indramayu menunjukkan cakupan komunikasi PHE ONWJ yang menjangkau lintas kabupaten. Ketiganya merupakan basis liputan media lokal di kawasan pesisir utara Jawa Barat.
Sumber: https://mahidara.co/phe-onwj-kumpulkan-50-wartawan-jabar-geopolitik-migas-etika-ai/

