Kabar Daerah Berita

Libur Panjang Imlek, Penumpang Whoosh Tembus 25 Ribu per Hari di Rute Jakarta–Bandung

Lonjakan penumpang Whoosh saat long weekend Imlek tercatat mencapai hingga 25.678 orang per hari, jauh di atas rata-rata akhir pekan biasa yang berada di kisaran 20–21 ribu penumpang.
Lonjakan penumpang Whoosh saat long weekend Imlek tercatat mencapai hingga 25.678 orang per hari, jauh di atas rata-rata akhir pekan biasa yang berada di kisaran 20–21 ribu penumpang.

Lonjakan Penumpang Whoosh Saat Long Weekend Imlek Meningkat Signifikan

MAHIDARA – Lonjakan penumpang Whoosh saat long weekend Imlek tercatat mencapai hingga 25.678 orang per hari, jauh di atas rata-rata akhir pekan biasa yang berada di kisaran 20–21 ribu penumpang. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyampaikan bahwa peningkatan ini terjadi sepanjang periode libur panjang Tahun Baru Imlek pada 13–15 Februari 2026, terutama pada rute Jakarta–Bandung.

Data resmi yang dirilis KCIC menunjukkan bahwa pada Jumat, 13 Februari 2026, jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh mencapai 24.381 orang dalam satu hari. Angka tersebut kembali meningkat pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan jumlah penumpang sekitar 25.700 orang. Sementara pada Minggu, 15 Februari 2026, hingga pagi hari tercatat lebih dari 12 ribu tiket telah terjual dan diprediksi akan melampaui 22 ribu penumpang hingga akhir hari.

Kenaikan jumlah penumpang ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta cepat selama momentum libur panjang, baik untuk berwisata maupun bersilaturahmi menjelang bulan Ramadan.

Data Resmi KCIC: Rincian Jumlah Penumpang Harian

Jumat dan Sabtu Catat Angka Tertinggi

Berdasarkan keterangan resmi dari PT Kereta Cepat Indonesia China, puncak lonjakan terjadi pada Sabtu (14/2/2026) dengan jumlah penumpang mendekati 25.700 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan rata-rata akhir pekan reguler yang umumnya hanya berkisar 20–21 ribu penumpang per hari.

Pada Jumat (13/2/2026), total penumpang mencapai 24.381 orang. Angka tersebut sudah menunjukkan peningkatan tajam sejak awal periode long weekend.

IJTI: Jurnalis Bukan Londo Ireng, Pers Pilar Demokrasi

Sementara itu, hingga Minggu pagi (15/2/2026), lebih dari 12 ribu tiket telah terjual dan diperkirakan akan terus bertambah hingga melampaui 22 ribu penumpang dalam satu hari.

Perbandingan dengan Akhir Pekan Biasa

Sebagai perbandingan, pada akhir pekan tanpa momentum libur nasional atau cuti bersama, rata-rata penumpang Whoosh berada di kisaran 20–21 ribu orang per hari. Dengan demikian, kenaikan pada momen Imlek ini menunjukkan pertumbuhan signifikan yang dipicu faktor musiman dan sosial.

Sementara itu, hingga Minggu pagi (15/2/2026), lebih dari 12 ribu tiket telah terjual

Sementara itu, hingga Minggu pagi (15/2/2026), lebih dari 12 ribu tiket telah terjual

Faktor Pendorong Lonjakan Penumpang Whoosh

Libur Imlek dan Momen Silaturahmi

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang tidak hanya dipicu oleh aktivitas wisata, tetapi juga karena masyarakat memanfaatkan long weekend Imlek untuk bersilaturahmi.

“Selain dimanfaatkan untuk berlibur, peningkatan perjalanan juga didorong oleh masyarakat yang memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat sebelum memasuki bulan Ramadan,” ujar Eva dalam siaran pers, Minggu (15/2/2026).

Momentum menjelang Ramadan kerap meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya di koridor Jakarta–Bandung yang menjadi salah satu jalur tersibuk selama musim liburan.

Dua Raperda Strategis Digarap Pansus Baru DPRD Kabupaten Karawang

Efisiensi Waktu Tempuh Jakarta–Bandung

Kereta Cepat Whoosh dikenal mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Jakarta–Bandung menjadi sekitar 40 menit. Efisiensi ini menjadi salah satu alasan utama masyarakat memilih Whoosh dibandingkan moda transportasi lain, terutama saat lalu lintas jalan raya berpotensi padat selama libur panjang.

Kecepatan, kenyamanan, serta ketepatan waktu dinilai menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga yang bepergian dalam waktu singkat.

Kesiapan Operasional KCIC Selama Libur Panjang

Optimalisasi Sarana dan Prasarana

KCIC memastikan seluruh operasional kereta cepat Whoosh berjalan aman dan lancar selama periode lonjakan penumpang. Perusahaan melakukan optimalisasi sarana dan prasarana serta menyiagakan petugas tambahan di seluruh stasiun.

Puluhan petugas pelayanan tambahan dikerahkan untuk membantu kelancaran arus penumpang, mulai dari proses pembelian tiket, pemeriksaan keberangkatan, hingga layanan di area peron dan dalam rangkaian kereta.

Penguatan Layanan di Stasiun

Selain kesiapan teknis, KCIC juga memperkuat pelayanan di stasiun keberangkatan dan kedatangan. Petugas customer service disiagakan untuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi terkait jadwal perjalanan, perubahan tiket, maupun layanan lainnya.

Kasus Penculikan Jesslyn Wijaya: Manifest Terbang vs Sinyal Ponsel Bali

Langkah ini dilakukan untuk menjaga standar pelayanan di tengah tingginya volume penumpang.

Nuansa Imlek di Area Layanan Whoosh

Ornamen Khas Imlek di Stasiun dan Kereta

Untuk memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek, KCIC menghadirkan ornamen khas Imlek di berbagai area layanan. Dekorasi tematik tersebut dipasang di loket tiket, ruang tunggu, hingga di dalam rangkaian kereta termasuk kereta makan.

Nuansa merah dan emas yang identik dengan perayaan Imlek menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi penumpang.

Menurut Eva Chairunisa, dekorasi ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya sekaligus menciptakan atmosfer perjalanan yang hangat dan ramah selama periode libur panjang.

“Ornamen tematik ini juga menjadi bagian dari upaya KCIC dalam menghadirkan atmosfer stasiun dan perjalanan yang ramah dan hangat selama periode libur,” jelasnya.

Proyeksi Tren Perjalanan Pasca Imlek

Potensi Peningkatan Jelang Ramadan

Dengan semakin dekatnya bulan Ramadan, mobilitas masyarakat diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Tradisi pulang kampung atau silaturahmi sebelum Ramadan menjadi salah satu faktor yang mendorong perjalanan antarkota.

Rute Jakarta–Bandung diprediksi tetap menjadi salah satu koridor dengan tingkat okupansi tinggi, mengingat karakteristik perjalanan bisnis dan keluarga yang dominan di jalur tersebut.

Evaluasi dan Monitoring Berkelanjutan

KCIC menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap pola pergerakan penumpang untuk mengantisipasi lonjakan mendadak. Penyesuaian jadwal dan kapasitas dilakukan berdasarkan kebutuhan serta tren permintaan tiket.

Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu operasional.

Akses Informasi dan Layanan Pengaduan

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait jadwal, tiket, maupun layanan lainnya, KCIC menyediakan berbagai kanal komunikasi resmi, antara lain:

  • Customer Service di stasiun
  • Contact Center melalui WhatsApp dan call center 0811-8888-111
  • Email resmi cs@kcic.co.id
  • Direct message Instagram @keretacepat_id

KCIC mengimbau penumpang untuk membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari potensi penipuan atau kendala administrasi.

Kesimpulan

Lonjakan penumpang Whoosh saat long weekend Imlek 2026 mencapai hingga 25.678 orang per hari, mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta cepat untuk perjalanan Jakarta–Bandung. Faktor libur panjang, silaturahmi menjelang Ramadan, serta efisiensi waktu tempuh menjadi pendorong utama peningkatan ini.

KCIC memastikan kesiapan operasional melalui optimalisasi sarana, penambahan petugas, serta menghadirkan suasana Imlek yang hangat di stasiun dan kereta. Dengan tren mobilitas yang masih tinggi, perusahaan berkomitmen menjaga kualitas layanan dan keselamatan perjalanan bagi seluruh penumpang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *