Dengan indikasi tiga kandidat tersebut, kontestasi Pilkades Karanghaur 2026 berpotensi berlangsung dengan persaingan yang cukup dinamis. Juhendi sebagai petahana akan berhadapan dengan calon lain yang turut mendaftar dalam kontestasi ini.
“Kelengkapannya sudah secara dokumen. Untuk indikasi pendaftar sekitar tiga kandidat. Dan pesan kepada para bakal calon agar bisa mengkondisikan para warga atau pendukungnya masing-masing untuk dapat menjaga demokrasi, tidak ada anarkis, tidak ada unsur emosi yang mengakibatkan kekacauan,” kata Nakim.
Nakim turut berpesan kepada seluruh bakal calon agar dapat mengendalikan para pendukungnya masing-masing. Ia menekankan pentingnya menjaga proses demokrasi tetap berjalan tanpa tindakan anarkis maupun emosi berlebihan.
Pendaftaran tersebut berjalan damai dan kondusif dengan pengamanan langsung oleh anggota Polsek Pebayuran dan anggota TNI AD Koramil Pebayuran. BPD Karanghaur turut hadir menjalankan fungsi pengawasan selama proses berlangsung.
Secara umum, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berperan sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan desa, termasuk dalam proses pemilihan kepala desa. Kehadiran BPD dalam tahapan pendaftaran menjadi bagian dari mekanisme pengawasan tersebut.
Keterlibatan unsur keamanan dan pengawasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran tahapan Pilkades Karanghaur. Sinergi antara panitia, aparat keamanan, dan BPD diharapkan dapat menjaga kondusivitas hingga tahapan pemilihan berikutnya.
Proses pendaftaran yang berjalan tertib ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi keseluruhan tahapan Pilkades Karanghaur. Panitia, aparat keamanan, dan seluruh bakal calon diharapkan terus menjaga suasana kondusif hingga hari pemungutan suara.
Sumber: https://mahidara.co/juhendi-sulaeman-daftar-calon-kades-karanghaur-pebayuran/

