Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Dari Karawang untuk Dunia: Endang Sodikin Serukan Pancasila Jadi Aksi Nyata

4 menit baca

Resonansi Global: Amanat Konstitusi untuk Perdamaian Dunia

Endang tak berhenti pada dimensi domestik. Ia membawa diskusi ke panggung yang lebih luas — relasi Indonesia dengan tata pergaulan internasional — dan menempatkan Pancasila sebagai modal utama kontribusi bangsa bagi dunia.

Pijakan argumennya adalah Pembukaan UUD 1945, yang secara eksplisit mengamanatkan Indonesia untuk berdiri di garis depan penghapusan segala bentuk penjajahan dan aktif menjaga ketertiban dunia. Menurut Kang HES, amanat konstitusional itu hanya bisa diemban oleh bangsa yang menghidupi nilai Pancasila secara konsisten.

“Dalam konteks global, Pancasila ini menjadi pegangan kita untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian antar-bangsa di dunia, di mana tidak boleh ada lagi penjajahan. Pembukaan UUD kita sudah jelas menegaskan bahwa Indonesia mengedepankan perdamaian dunia yang abadi,” katanya.

Pernyataan ini menempatkan Pancasila dalam kerangka yang jauh lebih ambisius dari sekadar ideologi nasional. Ia menjadi semacam kontribusi filosofis Indonesia untuk mengatasi berbagai kegagalan sistem nilai global — dari ekstremisme hingga unilateralisme — yang terus mengancam stabilitas dunia.

Fatsun Peradaban yang Melampaui Batas Negara

Endang menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Pancasila memiliki fatsun — etika dan panduan santun berbangsa — yang kuat dan relevan tidak hanya secara domestik, tetapi juga dalam konteks peradaban global. Pandangannya menempatkan Indonesia bukan sebagai bangsa yang sekadar mengonsumsi norma internasional, melainkan sebagai kontributor aktif dalam arsitektur perdamaian dan keadilan dunia.

Dalam pandangan Kang HES, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila — kemanusiaan yang adil, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial — adalah bahasa universal yang lintas batas negara, lintas ideologi, dan lintas generasi.

“Maka kaitan Pancasila ini bukan slogan seremoni belaka. Indonesia dengan ideologi Pancasila-nya harus tetap menjadi landasan dan pondasi utama bagi perdamaian dunia, peradaban, serta keadilan,” pungkas Endang Sodikin.

Sumber: https://mahidara.co/endang-sodikin-dprd-karawang-pancasila-way-of-life-bukan-seremonial-2026/

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *