Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Ekspansi QRIS Lintas Negara dan Arah Kebijakan Sistem Pembayaran BI

3 menit baca

Bagi BI, kerja sama ini bukan hanya soal ekspansi teknologi, melainkan juga penyelarasan kebijakan antarbank sentral. Harmonisasi standar, mekanisme kliring, dan pengawasan menjadi tantangan utama yang harus dikelola agar integrasi tidak menimbulkan risiko sistemik.

Pertumbuhan QRIS sebagai Justifikasi Kebijakan Ekspansi

Lonjakan volume transaksi QRIS sebesar 139,99 persen (yoy) pada kuartal IV 2025 menjadi argumen kuat bagi BI untuk melanjutkan ekspansi internasional. Total transaksi pembayaran digital nasional yang mencapai 14,26 miliar transaksi menunjukkan bahwa ekosistem digital Indonesia telah mencapai skala yang cukup matang.

Digitalisasi dan Stabilitas Sistem Keuangan

Pertumbuhan transaksi mobile banking dan internet banking yang masing-masing mencapai 12,10 persen dan 15,10 persen (yoy) memperkuat tesis bahwa digitalisasi tidak mengganggu stabilitas, justru memperluas basis sistem keuangan formal. Dalam kerangka kebijakan, hal ini memberi ruang bagi BI untuk terus mendorong inovasi tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

QRIS sebagai Instrumen Soft Power Finansial

Dalam perspektif yang lebih luas, QRIS lintas negara juga dapat dibaca sebagai bentuk soft power finansial Indonesia. Dengan sistem pembayaran yang diadopsi lintas negara, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga penyedia standar yang diakui.

Ke depan, tantangan BI adalah menjaga keseimbangan antara inovasi dan stabilitas. Ekspansi QRIS harus diiringi dengan penguatan regulasi, manajemen risiko, serta koordinasi internasional yang solid agar manfaat ekonomi dapat dirasakan tanpa menimbulkan kerentanan baru.

Sumber: https://mahidara.co/analisis-ekspansi-qris-lintas-negara-dan-arah-kebijakan-sistem-bi/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *