Jakarta – Persatin dan Organisasi Mahasiswa Khatulistiwa Universitas Paramadina Perkuat Sinergi untuk Ekowisata Berkelanjutan
Berdiskusi, bertukar ide, hingga bergerak dalam aksi nyata, Persatin bersama Organisasi Mahasiswa Khatulistiwa (OMK) Universitas Paramadina terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga kelestarian alam, yang mengusung tema ‘Ekowisata dalam Peran Konservasi Alam dan Kesejahteraan Masyarakat’.
Kedua organisasi ini percaya bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Persatin dan Khatulistiwa Paramadina akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tajuk tema yang sama.
Seminar ini akan menghadirkan diskusi mendalam mengenai peran ekowisata dalam konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta strategi pengembangan ekowisata berkelanjutan di Indonesia.
Tidak berhenti pada forum diskusi, kedua organisasi juga akan mengimplementasikan gagasan ini melalui program Percontohan Desa Binaan Ekowisata Berbasis Konservasi.
Desa binaan ini akan menjadi model pengembangan ekowisata yang memadukan konservasi alam, edukasi lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Desa yang akan dipilih tidak ditentukan secara sepihak, melainkan melalui proses riset, pemetaan potensi, serta kajian bersama untuk memastikan desa tersebut memiliki karakter dan peluang kuat dalam pengembangan konservasi serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis ekologi.
Proses pemilihan ini akan dilakukan oleh tim kolaboratif Persatin dan OMK Paramadina untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pimpinan Organisasi Ketua Umum Persatin Andyani menyatakan, pihannya berkomitmen dalam kerja sama ini untuk bersinergi.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi dengan Khatulistiwa Paramadina. Sinergi ini bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang gerakan bersama untuk konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata,” ujar Andyani, Rabu (3/12/2025).
Sebagai konsultan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ekologi, ia melihat pentingnya pendekatan ilmiah dalam memilih dan membina desa yang benar-benar memiliki potensi ekologis berkelanjutan.
“Kami percaya langkah kecil hari ini akan memberi dampak besar bagi masa depan bumi,” kata dia.
Ketua Dewan Pembina Persatin Wanda Syahputra, turut juga menegaskan dukungannya dalam kolaborasi terobosan penting ini.
“Inisiatif ini adalah terobosan penting dalam menghadirkan kolaborasi antara organisasi lingkungan dan kampus. Kami siap mendukung sepenuhnya, baik dalam pelaksanaan Seminar Nasional maupun pendampingan Desa Binaan. Ini bagian dari komitmen Persatin dalam Kampanye Hijau yang berkelanjutan,” ujar Wanda.
Sementara itu Selfy Monica, Ketua Organisasi Mahasiswa Khatulistiwa Universitas Paramadina, menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk terlibat secara aktif.
“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Persatin. Khatulistiwa Paramadina siap menjadi bagian dari aksi nyata ini, mendukung Kampanye Hijau Persatin, dan menjadi volunteer dalam program konservasi. Anak muda harus hadir dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan,” pungkas Selfy.***




Komentar