Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak adil dan objektif dalam menangani perkara ini. Proses peradilan, menurut MAF, harus dikawal agar hakim dan jaksa benar-benar menegakkan keadilan tanpa tekanan pihak mana pun.
“Kita pantau dan kawal agar Hakim serta Jaksa memberikan keadilan yang seadil-adilnya. Kasus ini harus jadi pembelajaran besar, karena kejadian serupa pernah terjadi di masa lalu,” tambahnya.
MAF juga menyinggung sikap mantan Bupati sebelumnya yang dinilai lebih legowo dalam menghadapi kasus hukum—sebuah perbandingan implisit yang sarat makna tanpa menyebut nama secara eksplisit.
Irit Bicara soal Musda Golkar
Menariknya, MAF yang dikenal lantang soal isu hukum dan pemerintahan justru memilih tutup mulut saat disinggung soal bursa calon ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang akan datang.
“Soal siapa yang akan mencalonkan diri menjadi Ketua Golkar Kabupaten Bekasi, saya no comment,” pungkasnya singkat.
Kehati-hatian MAF dalam isu internal partai itu justru mempertegas bahwa Musda Golkar Kabupaten Bekasi menjadi arena perebutan yang tidak kalah panas dari dinamika hukum yang sedang bergulir—dan para aktornya masih belum mau memperlihatkan kartu mereka.




Komentar