Kabar Daerah

Kapolda Jabar Pantau Tol Jakarta–Cikampek, Pastikan Kesiapan Nataru 2025 di Karawang

Dalam kunjungannya, Kapolda Jabar didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Jawa Barat, serta Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama jajaran pejabat utama Polres Karawang.
Dalam kunjungannya, Kapolda Jabar didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Jawa Barat, serta Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama jajaran pejabat utama Polres Karawang.

KARAWANG – Kepolisian Daerah Jawa Barat menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam mengawal arus mudik dan libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal tersebut ditandai dengan peninjauan langsung yang dilakukan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek serta Pos Pengamanan Polres Karawang yang berlokasi di Rest Area Kilometer 57, Sabtu (21/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengawasan hari pertama pelaksanaan Operasi Kemanusiaan Nataru Lodaya 2025, sebuah operasi terpadu yang difokuskan pada pengamanan lalu lintas, keselamatan masyarakat, serta pelayanan publik selama periode libur akhir tahun.

Dalam kunjungannya, Kapolda Jabar didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Jawa Barat, serta Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama jajaran pejabat utama Polres Karawang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta efektivitas rekayasa lalu lintas di salah satu titik krusial pergerakan kendaraan di Jawa Barat.

Apresiasi Petugas dan Kepedulian Kemanusiaan

Saat berada di Rest Area KM 57, Irjen Pol Rudi Setiawan tidak hanya melakukan pemantauan teknis, tetapi juga menunjukkan pendekatan humanis dengan membagikan paket sembako kepada petugas yang bertugas di kawasan tersebut. Penerima bantuan meliputi petugas kebersihan, petugas keamanan (security), pengatur parkir, serta anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

Langkah ini disebut sebagai bentuk tali kasih dan apresiasi atas dedikasi para petugas yang tetap bekerja di tengah lonjakan aktivitas masyarakat selama libur panjang.

IJTI: Jurnalis Bukan Londo Ireng, Pers Pilar Demokrasi

Menurut Kapolda Jabar, keberhasilan pengamanan Nataru tidak hanya bergantung pada strategi dan teknologi, tetapi juga pada kesejahteraan serta semangat para petugas yang berada di garis depan pelayanan publik.

Lonjakan Volume Kendaraan di Rest Area

Dari hasil pemantauan langsung, Kapolda Jabar mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat, terutama di kawasan rest area yang menjadi titik istirahat utama pengguna jalan tol.

Ia menekankan pentingnya peran pengelola rest area dalam mengatur lalu lintas internal, khususnya terkait penataan parkir, agar tidak menimbulkan efek domino berupa kepadatan di jalur utama tol.

“Sejak pukul 00.00 WIB tadi malam, kita resmi memasuki masa Operasi Kemanusiaan Nataru Lodaya 2025. Kami memantau langsung pelaksanaannya di hari pertama ini. Di Kilometer 57 arah timur terlihat adanya peningkatan volume kendaraan, khususnya di rest area. Kami sudah meminta pengelola untuk memaksimalkan kembali penataan parkir agar kapasitasnya optimal dan tidak berdampak ke arus utama,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan.

Data Lalu Lintas dan Pola Pergerakan Masyarakat

Berdasarkan data counting vehicle yang dihimpun jajaran kepolisian, tercatat sebanyak 5.813 kendaraan melintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek pada rentang waktu pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.

Dua Raperda Strategis Digarap Pansus Baru DPRD Kabupaten Karawang

Mayoritas kendaraan tersebut bergerak dari Jakarta menuju wilayah selatan Jawa Barat, terutama mengarah ke Tol Purbaleunyi menuju Bandung dan sekitarnya. Pola ini dinilai sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan momen Nataru untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata.

“Arus paling dominan berasal dari Jakarta menuju selatan, masuk ke Purbaleunyi arah Bandung. Ini menunjukkan masyarakat mulai memanfaatkan libur Natal dan Tahun Baru untuk berkunjung ke wilayah Jawa Barat,” jelas Kapolda.

Prediksi Puncak Arus Nataru

Kapolda Jabar juga memaparkan prediksi puncak arus kendaraan yang diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang utama.

Gelombang pertama diprediksi muncul menjelang Hari Raya Natal, sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi menjelang perayaan Tahun Baru.

“Berdasarkan hasil survei dan pemantauan, ada masyarakat yang berlibur saat Natal, ada yang memilih Tahun Baru, dan ada pula yang memanfaatkan keduanya. Karena itu, potensi kepadatan akan terbagi dalam dua tahap,” ungkapnya.

Penertiban Kendaraan Sumbu Tiga

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar juga menyoroti masih ditemukannya kendaraan sumbu tiga yang melintas di ruas tol wilayah Jawa Barat, meskipun telah diberlakukan pembatasan operasional.

Kasus Penculikan Jesslyn Wijaya: Manifest Terbang vs Sinyal Ponsel Bali

Ia menegaskan telah menginstruksikan jajaran Satuan Lalu Lintas untuk melakukan penindakan tegas namun terukur, dengan mengalihkan kendaraan tersebut keluar tol, kecuali yang masuk kategori pengecualian.

“Kami masih menemukan kendaraan sumbu tiga melintas. Saya sudah perintahkan Kasat Lantas untuk mengalihkan kendaraan tersebut keluar tol agar tidak mengganggu kelancaran arus. Pengecualian tetap diberikan sesuai SKB, seperti kendaraan pengangkut bahan makanan dan obat-obatan,” tegasnya.

Komitmen Keamanan dan Kelancaran Nataru

Dengan pengawasan langsung pimpinan dan pengendalian lalu lintas yang intensif, Polda Jawa Barat berharap pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, khususnya di jalur strategis Tol Jakarta–Cikampek dan wilayah Karawang yang menjadi gerbang utama pergerakan masyarakat menuju Jawa Barat.

Langkah preventif ini sekaligus menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan publik di momen krusial akhir tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *