Pendekatan ini membuat konsumen tidak perlu membeli perangkat baru atau adaptor tambahan. Cukup ganti baterai lama dengan baterai kertas Flint, dan perangkat bisa tetap berfungsi seperti biasa. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatan utama inovasi tersebut.
Terbuat dari Kertas Berbasis Tanaman
Keunikan utama baterai Flint terletak pada materialnya. Alih-alih menggunakan lithium atau logam berat lainnya, baterai ini dibuat dari selulosa berbasis tanaman. Selulosa merupakan bahan alami yang mudah ditemukan dan jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan material baterai konvensional.
Dengan menghilangkan penggunaan logam berbahaya, baterai kertas ini dinilai lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Setelah masa pakainya habis, baterai ini juga lebih mudah terurai secara alami, sehingga tidak meninggalkan limbah berbahaya dalam jangka panjang.
Lebih Aman dengan Elektrolit Berbasis Air
Selain material utama, sistem kimia di dalam baterai Flint juga dirancang lebih aman. Baterai ini menggunakan elektrolit berbasis air yang dikombinasikan dengan mineral seperti seng dan mangan.
Kombinasi tersebut menghasilkan reaksi kimia yang stabil tanpa risiko tinggi seperti kebakaran atau kebocoran berbahaya. Bagi pengguna rumahan, aspek keamanan ini menjadi nilai tambah, terutama jika baterai digunakan di lingkungan dengan anak-anak.
Diproduksi Secara Lokal dan Berkelanjutan
Flint memproduksi baterai kertas ini di Singapura dengan memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan baku. Menariknya, perusahaan tersebut juga berencana menggunakan tanaman invasif yang selama ini dianggap merusak lingkungan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar