Lifestyle

Survei Ipsos 2026: Dompet Digital Resmi Jadi Gaya Hidup Gen Z di Indonesia

Riset Ipsos: Dompet Digital Jadi Lifestyle Gen Z menunjukkan perubahan besar dalam perilaku keuangan generasi muda di Indonesia, di mana e-wallet tidak lagi sekadar alat pembayaran alternatif
Riset Ipsos: Dompet Digital Jadi Lifestyle Gen Z menunjukkan perubahan besar dalam perilaku keuangan generasi muda di Indonesia, di mana e-wallet tidak lagi sekadar alat pembayaran alternatif

Survei Ipsos 2026: Dompet Digital Resmi Jadi Gaya Hidup Gen Z di Indonesia

MAHIDARA – Riset Ipsos: Dompet Digital Jadi Lifestyle Gen Z menunjukkan perubahan besar dalam perilaku keuangan generasi muda di Indonesia, di mana e-wallet tidak lagi sekadar alat pembayaran alternatif, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup digital sehari-hari. Temuan ini terungkap dalam studi bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape yang dirilis oleh Ipsos Indonesia.

Studi tersebut menyoroti bagaimana Generasi Z (Gen Z) mengintegrasikan dompet digital ke dalam berbagai aktivitas finansial, mulai dari belanja online hingga top-up game, sekaligus memetakan lanskap persaingan antar penyedia layanan e-wallet di Indonesia.

Siapa yang Menyampaikan dan Apa Inti Temuannya?

Pernyataan Executive Director Ipsos Indonesia

Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, menyatakan bahwa preferensi pengguna kini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh popularitas merek. Menurutnya, keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan konsumen.

“Preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan. Bukan lagi soal siapa yang paling dikenal, melainkan siapa yang paling mampu hadir di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat secara mulus yang terintegrasi,” ujar Andi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (23/2).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ekosistem digital yang terintegrasi menjadi kunci dalam memenangkan pasar dompet digital di dekade ini.

IJTI Korda Purwasuka Bekali Gen Z Liputan TV dan Public Speaking

Apa Saja Temuan Utama Riset Digital Wallet 2026?

Dompet Digital Terintegrasi dalam Kebutuhan Harian

Berdasarkan hasil studi, mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan dompet digital untuk berbagai kebutuhan transaksi finansial harian. Penggunaan tertinggi tercatat pada:

  • Belanja online (86%)
  • Pembelian makanan dan minuman (77%)
  • Pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69%)
  • Transfer ke rekening bank (68%)

Data ini menunjukkan bahwa dompet digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, bukan lagi sekadar metode pembayaran tambahan.

Mengapa Gen Z Memilih Dompet Digital?

Kepraktisan dan Bebas Biaya Administrasi

Keputusan Generasi Z dalam memilih dompet digital dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Aspek kepraktisan menjadi alasan dominan dengan persentase 57%. Selain itu, tawaran bebas biaya administrasi untuk berbagai transaksi menjadi pertimbangan penting bagi 49% responden.

Fleksibilitas penggunaan di berbagai merchant juga menjadi faktor penentu bagi 48% responden. Hal ini menunjukkan bahwa Gen Z mengutamakan pengalaman transaksi yang cepat, sederhana, dan efisien.

Bagi generasi yang tumbuh dalam era digital, kemudahan akses dan minimnya hambatan transaksi menjadi nilai utama dalam memilih platform keuangan.

IJTI Tolak Perjanjian Perdagangan RI–AS, Soroti Ancaman Dominasi Big Tech terhadap Pers Nasional

Bagaimana Peran Dompet Digital dalam Gaming dan Layanan Digital?

Top-Up Game dan In-Game Items Jadi Pendorong Pertumbuhan

Salah satu temuan menarik dalam riset ini adalah meningkatnya penggunaan dompet digital pada kategori gaming dan layanan digital. Kategori ini meliputi top-up game, pembelian item dalam game (in-game items), hingga pembelian pulsa dan paket data.

Kebutuhan tersebut merepresentasikan gaya hidup Gen Z yang serba cepat, selalu terhubung (always-on), dan mengandalkan akses digital real-time.

Dalam konteks ini, dompet digital tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bayar, tetapi menjadi enabler utama yang menyediakan akses 24/7 tanpa hambatan untuk mendukung konsumsi digital.

Siapa yang Memimpin Pasar Top-Up Game?

Data Preferensi Pengguna untuk Top-Up Game

Dalam kebutuhan top-up game, data menunjukkan:

  • ShopeePay memimpin dengan 46%
  • DANA sebesar 28%
  • GoPay sebesar 19%
  • OVO sebesar 4%

Dari sisi persepsi kemudahan proses top-up, ShopeePay kembali unggul dengan 54%, diikuti Dana (22%), GoPay (19%), dan Ovo (5%).

Bitcoin di Era Ledakan AI: Ancaman Bagi Kripto atau Awal Kolaborasi Teknologi Baru?

Angka tersebut menegaskan bahwa faktor ease of use menjadi determinan utama dalam kategori hiburan digital, terutama gaming. Kecepatan dan kesederhanaan alur transaksi berdampak langsung pada pengalaman pengguna.

Bagaimana Peta Persaingan Dompet Digital 2025–2026?

Top of Mind dan Penggunaan 3 Bulan Terakhir

Dalam indikator Top of Mind atau merek yang pertama kali diingat responden:

  • ShopeePay dipilih oleh 41% responden
  • Dana sebesar 26%
  • GoPay sebesar 23%
  • Ovo sebesar 8%
  • Lainnya 2%

Sementara pada indikator penggunaan dalam tiga bulan terakhir:

  • ShopeePay mencapai 91%
  • GoPay 67%
  • Dana 67%
  • Ovo 44%

Data ini menunjukkan persaingan yang semakin ketat, dengan ShopeePay masih mendominasi dalam aspek awareness dan penggunaan aktif.

Seberapa Sering Gen Z Bertransaksi?

Rata-Rata 23 Transaksi per Bulan

Dari sisi frekuensi transaksi, responden rata-rata melakukan 23 kali transaksi per bulan menggunakan ShopeePay. Posisi berikutnya ditempati oleh Ovo, GoPay, dan Dana.

Frekuensi transaksi yang tinggi mencerminkan intensitas penggunaan dompet digital sebagai bagian dari aktivitas rutin, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga hiburan.

Mengapa Ekosistem Digital Jadi Kunci?

Andi Sukma menegaskan bahwa peta persaingan dompet digital telah berevolusi. Jika sebelumnya fokus utama adalah meningkatkan awareness merek, kini kompetisi beralih pada pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi.

Integrasi layanan seperti pembayaran, transfer, belanja, hingga hiburan dalam satu platform menjadi strategi utama untuk mempertahankan loyalitas pengguna.

Dalam konteks ini, penyedia layanan yang mampu menggabungkan fitur hiburan seperti gaming dengan kemudahan transaksi satu klik diprediksi akan memenangkan pasar dalam dekade ini.

Siapa Akselerator Ekosistem Dompet Digital?

Riset juga menemukan bahwa Gen Z merupakan kelompok paling agresif dalam mendorong percepatan ekosistem dompet digital.

Sebagai generasi yang tumbuh bersama internet dan smartphone, Gen Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecepatan, transparansi biaya, serta kemudahan akses layanan keuangan.

Mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga motor penggerak inovasi melalui pola konsumsi digital yang dinamis.

Kesimpulan: Dompet Digital sebagai Bagian dari Identitas Digital Gen Z

Riset Ipsos: Dompet Digital Jadi Lifestyle Gen Z menegaskan transformasi besar dalam perilaku finansial generasi muda Indonesia. Dompet digital kini telah melampaui fungsi dasarnya sebagai alat pembayaran dan berkembang menjadi bagian dari identitas serta gaya hidup digital.

Faktor kepraktisan, bebas biaya administrasi, kemudahan top-up game, serta integrasi layanan menjadi kunci utama dalam menentukan pilihan pengguna.

Dengan persaingan yang semakin ketat dan fokus pada pengembangan ekosistem, pasar dompet digital Indonesia memasuki fase baru yang lebih kompleks. Di tengah evolusi tersebut, Gen Z muncul sebagai akselerator utama yang membentuk arah pertumbuhan industri keuangan digital di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *