Baterai AA dan AAA sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari remote TV, jam dinding, mainan anak, hingga senter darurat, semuanya masih bergantung pada baterai sekali pakai. Sayangnya, di balik kemudahan tersebut, baterai konvensional menyimpan masalah besar bagi lingkungan karena mengandung bahan kimia berbahaya dan sulit terurai.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, sebuah startup asal Singapura bernama Flint menghadirkan solusi yang terdengar sederhana, namun berpotensi membawa perubahan besar. Perusahaan ini mengembangkan baterai berbahan dasar kertas yang dirancang khusus untuk menggantikan baterai AA dan AAA sekali pakai yang selama ini mendominasi pasar.
Dari Prototipe ke Produksi Massal
Baterai kertas Flint pertama kali diperkenalkan ke publik melalui ajang pameran teknologi CES. Saat itu, banyak pihak menganggapnya sebagai konsep menarik yang masih jauh dari penggunaan nyata. Namun, seiring waktu, teknologi tersebut terus dikembangkan hingga akhirnya memasuki tahap yang lebih matang.
Dalam pameran teknologi terbaru, Flint sudah menampilkan baterai kertas yang digunakan langsung untuk menyalakan perangkat elektronik. Ini menjadi bukti bahwa teknologi tersebut bukan lagi sekadar ide di atas kertas, melainkan solusi yang siap diproduksi dan digunakan secara luas.
Tetap Menggunakan Ukuran AA dan AAA
Salah satu hal yang membuat baterai Flint mudah diterima adalah desainnya yang tidak mengubah kebiasaan pengguna. Baterai ini tetap hadir dalam ukuran standar AA dan AAA, sehingga bisa langsung digunakan pada perangkat yang sudah ada.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar