Teknologi

Kebocoran 17,5 Juta Akun Instagram: Ketika Privasi Digital Jadi Taruhan

Kebocoran 17,5 Juta Akun Instagram: Ketika Privasi Digital Jadi Taruhan
Kebocoran 17,5 Juta Akun Instagram: Ketika Privasi Digital Jadi Taruhan

Kepanikan Global Akibat Reset Password Massal

Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar yang mengejutkan dunia digital. Ratusan ribu pengguna Instagram di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengaku menerima notifikasi mendadak untuk mengganti password akun mereka.

Bukan satu atau dua kali, beberapa pengguna bahkan melaporkan menerima email reset password berulang dalam kurun waktu hanya beberapa hari. Kabar ini segera mengarah pada satu dugaan besar: terjadi kebocoran data pengguna secara masif.

Menurut laporan terbaru dari Malwarebytes, perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat, insiden ini melibatkan 17,5 juta akun aktif Instagram. Data yang bocor mencakup nama pengguna, alamat email, nomor telepon, hingga informasi lokasi fisik, yang kini telah beredar di dark web — lapisan internet yang tak terindeks mesin pencari umum.

Jejak Lama API Instagram yang Kembali Menghantui

Menariknya, investigasi Malwarebytes menemukan bahwa data tersebut bukan hasil serangan baru. Sebaliknya, kebocoran ini berakar dari celah lama pada API publik Instagram yang sempat ditemukan pada akhir 2024.

Saat itu, bug API memungkinkan pihak luar mengumpulkan data publik pengguna dalam jumlah besar secara otomatis (scraping). Meski Meta selaku induk perusahaan Instagram mengklaim telah menutup celah itu pada pertengahan 2025, data yang terlanjur diunduh tampaknya kini “dihidupkan kembali” di pasar gelap digital.

Kisah Hanif Korban TPPO di Kamboja: Dipaksa Jadi Scammer hingga Disiksa, Pulang Jelang Lebaran

Laporan dari Cybersecuritynews bahkan menemukan bahwa pelaku bernama samaran “Subkek” menawarkan database tersebut secara terbuka di forum bawah tanah. Dalam tangkapan layar yang dibagikan, informasi pengguna tampak jelas lengkap dengan alamat email, nomor HP, dan negara asal.

“Data ini bukan hasil peretasan baru, tapi legacy leak — kebocoran lama yang muncul kembali dengan konteks baru,” tulis Malwarebytes dalam laporannya.

Efek Domino: Dari Dark Web ke Kotak Masuk Pengguna

Ketika data pribadi seseorang beredar di dark web, dampaknya sering kali tidak langsung terasa. Namun kali ini berbeda. Banyak pengguna mulai menerima permintaan reset password palsu — kemungkinan dikirim oleh pihak ketiga yang memanfaatkan data bocor tersebut untuk melakukan serangan phishing.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *