Desa binaan ini akan menjadi model pengembangan ekowisata yang memadukan konservasi alam, edukasi lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Desa yang akan dipilih tidak ditentukan secara sepihak, melainkan melalui proses riset, pemetaan potensi, serta kajian bersama untuk memastikan desa tersebut memiliki karakter dan peluang kuat dalam pengembangan konservasi serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis ekologi.
Proses pemilihan ini akan dilakukan oleh tim kolaboratif Persatin dan OMK Paramadina untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pimpinan Organisasi Ketua Umum Persatin Andyani menyatakan, pihannya berkomitmen dalam kerja sama ini untuk bersinergi.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi dengan Khatulistiwa Paramadina. Sinergi ini bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang gerakan bersama untuk konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekowisata,” ujar Andyani, Rabu (3/12/2025).
Sebagai konsultan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ekologi, ia melihat pentingnya pendekatan ilmiah dalam memilih dan membina desa yang benar-benar memiliki potensi ekologis berkelanjutan.




Komentar