Dari perspektif operasional (Expertise), lonjakan ini mencerminkan dua hal utama:
- Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta cepat sebagai moda transportasi andalan.
- Efektivitas pengaturan jadwal dan kapasitas perjalanan yang dilakukan KCIC.
Puncak Arus Penumpang Terjadi Jelang Natal
Rekor Harian Selama Libur Akhir Tahun
Puncak volume penumpang tercatat pada 24 Desember 2025, dengan 24.439 penumpang dalam satu hari. Angka ini menjadi rekor tertinggi selama masa Angkutan Nataru dan sekaligus menguji kesiapan sistem operasi Whoosh dalam menghadapi lonjakan ekstrem.
Meski berada pada hari dengan mobilitas tertinggi, layanan tetap berjalan stabil tanpa gangguan signifikan, menandakan ketahanan sistem operasi dan manajemen lalu lintas kereta cepat yang matang (Experience).
Distribusi Penumpang di Empat Stasiun Whoosh
Halim Masih Jadi Titik Terpadat
Berdasarkan data resmi KCIC, distribusi penumpang selama Nataru 2025/2026 adalah sebagai berikut:
- Stasiun Halim: 179.026 penumpang (49,3%)
- Stasiun Padalarang: 130.035 penumpang (35,8%)
- Stasiun Tegalluar Summarecon: 42.064 penumpang (11,6%)
- Stasiun Karawang: 11.854 penumpang (3,3%)
Dominasi Stasiun Halim menunjukkan peran pentingnya sebagai gerbang utama Jakarta, sekaligus pusat integrasi dengan moda transportasi lainnya.
62 Perjalanan Per Hari untuk Jaga Kelancaran Layanan
Strategi Operasional KCIC
Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan Whoosh per hari selama masa Angkutan Nataru. Penyesuaian jumlah perjalanan ini menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus penumpang tanpa mengorbankan kualitas layanan.




Komentar