“Saya ingin Cikampek Timur benar-benar maju, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tapi juga kualitas manusianya,” ujarnya.
Kolaborasi Inklusif: Pemuda dan Perempuan Dilibatkan
Karina juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, dan kelompok perempuan. Baginya, kemajuan desa hanya bisa dicapai jika semua elemen masyarakat dilibatkan secara aktif—bukan sekadar menjadi penonton.
Sikap ini bukan retorika. Seluruh perjalanan karier Karina di Karang Taruna, BPD, hingga BUMDes merupakan bukti nyata komitmennya pada keterlibatan komunitas.
Keputusannya maju dalam Pilkades juga membawa pesan keras: perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam memimpin. Ia ingin mematahkan stigma lama yang kerap mengerdilkan peran perempuan di ruang publik dan pengambilan keputusan.
Simbol Emansipasi di Tanah Karawang
Banyak yang menyebut langkah Karina sebagai refleksi nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern. Perempuan yang berani tampil bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak perubahan.
Ia hadir bukan karena kebetulan, melainkan karena proses panjang yang disengaja.
“Inshaallah, saya siap,” tegasnya mantap.
Niat itu, kata Karina, murni lahir dari rasa pengabdian—bukan kalkulasi politik semata. Ia ingin Desa Cikampek Timur menjadi bukti bahwa dari desa, perubahan besar bisa dimulai.




Komentar