Mayoritas kendaraan tersebut bergerak dari Jakarta menuju wilayah selatan Jawa Barat, terutama mengarah ke Tol Purbaleunyi menuju Bandung dan sekitarnya. Pola ini dinilai sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan momen Nataru untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata.
“Arus paling dominan berasal dari Jakarta menuju selatan, masuk ke Purbaleunyi arah Bandung. Ini menunjukkan masyarakat mulai memanfaatkan libur Natal dan Tahun Baru untuk berkunjung ke wilayah Jawa Barat,” jelas Kapolda.
Prediksi Puncak Arus Nataru
Kapolda Jabar juga memaparkan prediksi puncak arus kendaraan yang diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang utama.
Gelombang pertama diprediksi muncul menjelang Hari Raya Natal, sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi menjelang perayaan Tahun Baru.
“Berdasarkan hasil survei dan pemantauan, ada masyarakat yang berlibur saat Natal, ada yang memilih Tahun Baru, dan ada pula yang memanfaatkan keduanya. Karena itu, potensi kepadatan akan terbagi dalam dua tahap,” ungkapnya.
Penertiban Kendaraan Sumbu Tiga
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar juga menyoroti masih ditemukannya kendaraan sumbu tiga yang melintas di ruas tol wilayah Jawa Barat, meskipun telah diberlakukan pembatasan operasional.
Ia menegaskan telah menginstruksikan jajaran Satuan Lalu Lintas untuk melakukan penindakan tegas namun terukur, dengan mengalihkan kendaraan tersebut keluar tol, kecuali yang masuk kategori pengecualian.
“Kami masih menemukan kendaraan sumbu tiga melintas. Saya sudah perintahkan Kasat Lantas untuk mengalihkan kendaraan tersebut keluar tol agar tidak mengganggu kelancaran arus. Pengecualian tetap diberikan sesuai SKB, seperti kendaraan pengangkut bahan makanan dan obat-obatan,” tegasnya.
Komitmen Keamanan dan Kelancaran Nataru
Dengan pengawasan langsung pimpinan dan pengendalian lalu lintas yang intensif, Polda Jawa Barat berharap pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, khususnya di jalur strategis Tol Jakarta–Cikampek dan wilayah Karawang yang menjadi gerbang utama pergerakan masyarakat menuju Jawa Barat.




Komentar