Menanggapi fenomena ini, Sekjen DPD Media Independen Online (MIO) Karawang, Subhan Amhar, mengecam keras sikap arogan pihak perusahaan dan penyedia jasa keamanan. Ia menyayangkan hilangnya motor yang terjadi berulang kali namun seolah dibiarkan tanpa evaluasi.
“Saya dengar ini bukan kali pertama, dari kelihangan korban MZ ini, beberapa waktu sebelumnya juga ada, bahkan sampai 3 kali sebulan. Ini kan luar biasa, bahkan pihak subcon juga menyatakan bahwa banyak kehilangan sepeda motor. Tapi kenapa dibiarkan,” kritik Subhan.
Subhan menekankan bahwa PT Evan Putra Jaya selaku penyedia jasa keamanan seharusnya memiliki kontrak kerja dan standar operasional yang jelas, bukan justru menelantarkan pekerja yang menjadi korban kriminalitas.
“Ini pihak subcon pengguna jasa, PT Evan Putra Jaya penyedia jasa. Tentu mereka punya kontrak kerja yang jelas, masa orang kehilangan aja sampai diterlantarkan, ini hal kecil, malu dong sama proyek puluhan triliun yang lagi digarap, jangan malah memperburuk keadaan pekerja lepas yang berpenghasilan rendah,” paparnya.
Lebih lanjut, Subhan mendorong aparat kepolisian untuk segera turun tangan menyelidiki rentetan kasus pencurian di area proyek strategis tersebut agar tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban intimidasi saat menuntut haknya.
“Saya juga mendorong agar aparat berwenang atau pihak kepolisian segera bertindak, sebab ini kejadian bukan sekali. Pihak manajemen juga harus mengevaluasi itu perusahaan penyedia jasa kenapa kerjanya seperti itu. Masa ‘kehilangan bukan tanggungjawab kami’ situ security apa penjaga parkir pasar malam?,” pungkas Subhan.




Komentar