Mirisnya, tindakan kasar tersebut diduga terjadi di depan Chief Security yang merupakan atasan para petugas di sana. Namun, sang atasan tetap bersikukuh bahwa pihak keamanan tidak memiliki tanggung jawab atas hilangnya motor pekerja.
Sikap dingin juga ditunjukkan oleh pihak manajemen PT Zhubang Yongcheng Indonesia, subkontraktor di proyek CATL tempat MZ bekerja. Saat dikonfirmasi, Tiara Meliya selaku perwakilan manajemen justru memberikan respons yang mengejutkan dan bernada keras.
“Kamu ngerti gak sih kalau urusan hilang motor itu saya gak tau menau di luar pantauan saya ya. Kenapa kamu lalai banget naronya. Saya gak tau menau urusan itu ya, banyak hilang motor. Tapi saya gak tau kenapa kamu lalai naro motornya, paham gak?,” cetus Meli saat dihubungi awak media.
Meli menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak akan memberikan ganti rugi apa pun atas kehilangan yang dialami karyawannya tersebut.
“Hilang ke saya pun, gak bakalan saya ganti. Itu bukan urusan saya, emang saya bos. Ibu tau, tapi tetep ibu gak bisa. Ibu udah ngomong ke security, udah minta bantu kalau anak-anak kunci motor itu katanya malah nyalahin ibu, harus hati-hati kunci yang baik,” tegasnya.
Setali tiga uang, Chief Security PT Evan Putra Jaya, Tarsono, juga enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, ia memberikan jawaban singkat sebelum akhirnya memblokir kontak wartawan.
“Maaf salah sambung,” tulis Tarsono singkat, Jumat (13/3/2026).




Komentar