Fitur lain seperti NFC, Wi-Fi 6, Bluetooth 6, dan IR blaster juga disertakan, menunjukkan bahwa ponsel ini tidak hanya berorientasi pada performa gaming, tetapi juga fungsi keseharian. Meski demikian, kabarnya jack audio 3,5 mm dan slot microSD dihilangkan — keputusan yang sejalan dengan tren smartphone premium masa kini.
Harga dan Perkiraan Rilis Global
Berdasarkan bocoran yang beredar, Infinix GT 50 Pro akan dijual di kisaran Rp 6–6,5 juta, tergantung pada varian RAM dan penyimpanan. Peluncuran globalnya diprediksi terjadi pada kuartal pertama 2026, sebelum akhirnya hadir di pasar Asia, termasuk Indonesia.
Dengan strategi agresif dan fitur yang menggiurkan, GT 50 Pro bisa menjadi lawan serius bagi brand besar seperti POCO, iQOO, hingga Realme di segmen gaming menengah atas.
Kesimpulan: Infinix Siap Naik Kelas di Dunia Gaming Mobile
Melihat spesifikasinya, GT 50 Pro bukan sekadar upgrade minor dari pendahulunya. Ini adalah sinyal bahwa Infinix berambisi menembus pasar semi-flagship dan menyaingi brand yang selama ini mendominasi segmen gaming.
Layar cepat 144Hz, chipset Dimensity 8400, kamera OIS, serta baterai jumbo menunjukkan bahwa Infinix kini semakin matang dalam merancang produk berperforma tinggi yang tetap terjangkau.
Jika semua bocoran ini benar, GT 50 Pro berpotensi menjadi salah satu smartphone paling menarik di tahun 2026 — bukan hanya bagi gamer, tapi juga pengguna yang menginginkan perangkat kuat dengan nilai terbaik di kelasnya.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar