“Setelah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti, penyidik menetapkan IP sebagai tersangka. Pelaku kini telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Wildan.
Hingga kini, tersangka telah mendekam di rumah tahanan Polres Karawang.
Bagaimana Kondisi Korban Saat Ini?
Perawatan Medis dan Pendampingan Psikologis
Kepolisian memastikan bahwa korban tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga pendampingan psikologis. Langkah ini dilakukan mengingat korban masih balita dan berpotensi mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut.
“Kami memastikan korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikologis. Perlindungan penuh juga telah disiapkan,” jelas Wildan.
Pendampingan terhadap korban dilakukan bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk tenaga medis dan lembaga perlindungan anak.
Ancaman Hukuman untuk Pelaku
Dijerat UU Perlindungan Anak
Atas perbuatannya, IP dijerat dengan Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.
Pasal tersebut mengatur tentang sanksi pidana bagi pelaku kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat.
“IP terancam hukuman penjara selama lima tahun sesuai Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” tegas Wildan.
Ancaman hukuman tersebut dapat bertambah apabila dalam proses persidangan ditemukan unsur pemberatan.
Mengapa Kasus Kekerasan Anak Masih Terjadi?
Faktor Lingkungan dan Pengawasan
Kasus bayi 2,5 tahun dianiaya pacar ibu di hotel Karawang Barat ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama ketika berada dalam lingkungan yang melibatkan pihak di luar keluarga inti.
Psikolog anak menyebutkan bahwa anak usia balita sangat rentan terhadap kekerasan karena belum mampu melindungi diri maupun mengungkapkan kejadian yang dialaminya secara jelas.
Selain itu, hubungan orang tua dengan pasangan baru sering kali menjadi faktor risiko apabila tidak diimbangi dengan kehati-hatian dan evaluasi karakter secara mendalam.
Pentingnya Edukasi dan Perlindungan Anak
Undang-Undang Perlindungan Anak di Indonesia telah memberikan landasan hukum yang jelas untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Namun, implementasi di lapangan masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa anak tidak boleh ditinggalkan dalam situasi yang berpotensi membahayakan, terutama bersama orang yang belum memiliki ikatan hukum atau tanggung jawab resmi terhadap anak tersebut.
Peran Kepolisian dan Komitmen Penegakan Hukum
Polres Karawang menegaskan komitmennya dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak secara tegas dan profesional. Unit PPA dan PPO dibentuk khusus untuk menangani perkara yang melibatkan perempuan dan anak.
Sumber: https://mahidara.co/balita-25-tahun-dianiaya-pacar-ibu-di-hotel-karawang-barat/

