Ambisi Besar yang Berakhir Tanpa Hasil
Microsoft dikenal sebagai pionir dalam dunia perangkat lunak dan sistem operasi. Namun, perjalanan perusahaan ini di pasar ponsel tidak secerah reputasinya di dunia komputer. Selama hampir satu dekade, Microsoft menginvestasikan sekitar USD 7,6 miliar atau setara Rp114 triliun demi menghadirkan ponsel berbasis Windows Phone melalui lini Nokia Lumia.
Sayangnya, upaya besar tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan. Produk yang awalnya diharapkan menjadi “masa depan ekosistem Windows” akhirnya justru menjadi simbol kegagalan strategi perusahaan teknologi besar dalam membaca arah pasar.
Langkah Strategis yang Tidak Tepat Waktu
Kisah ini mencapai puncak pada tahun 2015, ketika CEO Satya Nadella mengumumkan pemangkasan 7.800 karyawan dan mencatatkan kerugian besar dari divisi ponsel Microsoft. Langkah ini diambil setelah akuisisi Nokia senilai USD 7,3 miliar pada 2012 tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar