Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

DPRD Karawang Libatkan Nelayan Usut Gelembung Hitam di Laut

3 menit baca

Karawang, MAHIDARA – Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menggelar rapat dengar pendapat bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Selasa (1/9). Rapat tersebut membahas temuan limbah berwarna hitam yang muncul di pesisir Karawang.

Hasil pertemuan itu belum menjawab pertanyaan utama publik. Sumber maupun penyebab kemunculan gelembung hitam tersebut masih gelap.

PHE ONWJ merupakan operator blok migas lepas pantai yang beroperasi di perairan utara Jawa Barat, termasuk kawasan yang berdekatan dengan pesisir Karawang. Perusahaan itu dimintai penjelasan langsung dalam forum RDP bersama DPRD.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang Deddy Indra Setiawan menyatakan kepastian asal material itu masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium. Bahkan pihak PHE ONWJ sendiri mengaku kebingungan menjelaskan sumber temuan tersebut.

“Belum ada kesimpulan itu penyebabnya dari mana. Karena PHE sendiri bingung, karena secara di mereka produksi, tekanannya semua nggak ada indikator segala macam,” kata Deddy.

Tidak ada indikator produksi bermasalah. Itu yang membuat penelusuran makin rumit.

Deddy menjelaskan, DPRD mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut temuan tersebut secara lebih menyeluruh. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang akan mengoordinasikan tim itu dengan melibatkan perwakilan nelayan.

“Harus dibikin tim investigasi independen. Nanti Dinas LH yang mengepalai dan perwakilan dari para nelayan,” ujarnya.

DLH Karawang berperan sebagai instansi teknis yang berwenang menangani persoalan lingkungan hidup di wilayah kabupaten. Perannya sebagai koordinator tim investigasi dinilai relevan mengingat kewenangan tersebut.

Sejumlah organisasi nelayan berpotensi masuk dalam tim tersebut. Deddy menyebut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), serta forum nelayan lainnya sebagai kandidat anggota investigasi.

HNSI dan KNTI dikenal sebagai organisasi nelayan berskala nasional yang rutin menyuarakan isu lingkungan pesisir. Keterlibatan mereka diharapkan memperkuat pengawasan lapangan selama investigasi berjalan.

Deddy juga membuka kemungkinan keterlibatan akademisi maupun ahli apabila dibutuhkan untuk membantu proses investigasi. Ia menegaskan DPRD tidak membatasi pihak mana pun yang dapat dilibatkan.

“Kalau memang dibutuhkan akademisi atau ahli, ya silakan. Kami tidak membatasi,” katanya.

DPRD membuka pintu investigasi selebar-lebarnya. Semua elemen berpeluang ambil bagian.

Investigasi tersebut, lanjut Deddy, bertujuan mengetahui secara ilmiah sumber dan dampak dari temuan gelembung hitam itu. Pemeriksaan menjadi penting karena PHE ONWJ sebelumnya menyampaikan bahwa temuan tersebut bukan berasal dari aktivitas perusahaan mereka.

“Tujuan untuk melihat ini sebenarnya kejadian dampak dari mana. Karena dari PHE bilang bukan mereka. Tapi harus uji lab segala macam,” jelasnya.

Sumber: https://mahidara.co/dprd-karawang-investigasi-limbah-hitam-laut/

· ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *