Karawang, MAHIDARA – Polresta Karawang menerjunkan 84 personel untuk mengamankan kebaktian dan misa umat Kristiani di 25 gereja yang tersebar di Kabupaten Karawang pada Minggu (9/8/2026). Pengamanan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga seluruh rangkaian ibadah rampung.
Langkah ini menjadi bentuk pelayanan kepolisian agar umat dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat. Personel bertugas di setiap lokasi tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan masyarakat setempat.
Kasi Humas Polresta Karawang IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa pengerahan puluhan personel tersebut merupakan wujud komitmen Polri memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat. Sebelum bertugas, personel lebih dulu mengikuti apel yang dipimpin Kapolsek serta didampingi Perwira Pengendali (Padal) di masing-masing lokasi.
“Pengamanan kegiatan ibadah merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, aman dan nyaman. Kehadiran personel di setiap lokasi juga merupakan upaya preventif untuk mencegah potensi gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Personel yang berjumlah 84 orang tersebut tersebar di 25 gereja dengan pola pengamanan yang menyesuaikan kondisi dan karakteristik masing-masing lokasi. Petugas tidak hanya berjaga di dalam maupun sekitar gereja, tetapi juga memantau situasi lingkungan sekitar.
Rata-rata setiap gereja mendapat pengawalan sekitar tiga hingga empat personel, mengingat 84 petugas tersebar di 25 lokasi berbeda. Sebaran personel ini disusun agar seluruh titik ibadah tetap mendapat perhatian meski berlangsung dalam waktu bersamaan.
Petugas turut mengatur arus lalu lintas apabila diperlukan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama ibadah berlangsung. Personel menjalankan tugas dengan mengedepankan sikap sopan, cermat, tegas, dan humanis.
Polisi turut berkoordinasi dengan pengurus gereja maupun pihak keamanan internal di masing-masing lokasi. Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dari awal hingga akhir.
Kehadiran personel kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah jemaat dan pengurus gereja. Mereka menilai kehadiran polisi di sekitar gereja memberikan rasa aman sekaligus membuat jemaat mengikuti ibadah dengan lebih tenang.
Pengamanan tempat ibadah pada akhir pekan kerap menjadi perhatian khusus kepolisian mengingat banyaknya jemaat yang berkumpul dalam satu waktu. Kerumunan massa dalam skala besar berpotensi menimbulkan risiko keamanan apabila tidak mendapat pengawasan memadai.
“Terima kasih kepada jajaran kepolisian yang sudah hadir dan mengamankan kegiatan ibadah kami. Kehadiran polisi membuat kami merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” ungkap salah seorang jemaat.
Apresiasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Polresta Karawang membangun kedekatan dengan masyarakat. Pengamanan tidak sekadar bermakna penjagaan, melainkan juga bentuk pelayanan dan kehadiran Polri yang masyarakat rasakan secara langsung.
Selain personel dari Polresta Karawang, pengamanan turut melibatkan pihak keamanan internal gereja yang bertugas di lapangan. Sinergi antara aparat kepolisian dan petugas keamanan internal ini memperkuat lapisan pengamanan di setiap lokasi ibadah.
Situasi di 25 gereja terpantau aman, tertib, dan kondusif sepanjang pelaksanaan ibadah Minggu itu. Petugas tidak menemukan kejadian menonjol yang mengganggu jalannya kegiatan keagamaan tersebut.
Ibadah berjalan lancar tanpa hambatan.
Pola pengamanan tempat ibadah semacam ini lazim polisi lakukan pada momen keagamaan mingguan maupun hari besar keagamaan. Pendekatan ini membantu menekan potensi gangguan sekaligus membangun rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat lintas keyakinan.
Kehadiran polisi di lingkungan tempat ibadah juga menjadi sarana membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Interaksi langsung antara personel dan jemaat turut mempererat kedekatan Polri dengan warga dari berbagai latar belakang.
Kombes Pol Mario Prahatinto menjabat sebagai Kapolresta Karawang yang membawahi seluruh personel dalam kegiatan pengamanan tersebut. Struktur komando ini melibatkan Kasi Humas, para Kapolsek, hingga Perwira Pengendali di setiap lokasi gereja.
Model pengamanan lintas titik semacam ini juga Polresta Karawang terapkan pada berbagai kegiatan masyarakat berskala besar lainnya. Kesiapan personel di banyak lokasi sekaligus menjadi indikator kesigapan aparat dalam merespons kebutuhan pengamanan warga.
Polresta Karawang menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan pengamanan, patroli, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Langkah ini sekaligus memastikan setiap warga dapat menjalankan aktivitas maupun ibadah dengan rasa aman dan nyaman.





Komentar