Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Ken Swagumilang Borong Dua Emas di Para-Meter Archery Solo 2026

4 menit baca

MAHIDARA – Ken Swagumilang tampil dominan di ajang Para-meter Archery Indonesia Open 2026. Atlet asal Jawa Timur itu memborong dua medali emas sekaligus mengantar tim para panahan Indonesia menjadi juara umum.

Turnamen ini digelar di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 7-8 Agustus 2026. Sebanyak 65 pemanah turun bertanding, terdiri dari 25 atlet disabilitas dan 40 atlet non disabilitas.

Format campuran ini sengaja dirancang oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia). Tujuannya, mempertemukan pemanah difabel dengan pemanah umum dalam satu arena kompetisi.

Ken tampil garang di nomor compound individu. Ia mengandaskan wakil Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dimas Maulana, dengan skor telak 142-138 di partai final.

Jalan menuju final tidak mudah. Di semifinal, Ken harus melewati juara POMNAS 2025, Muhammad Faris Ardiansyah, lewat pertarungan ketat berskor 147-145.

Gelar kedua datang dari nomor mixed team compound. Berpasangan dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly, Ken kembali berhadapan dengan Dimas Maulana yang kali ini digandeng Qanita Syauqina.

Duet Ken/Audi tampil stabil sepanjang laga puncak. Mereka mengumpulkan 152 poin, unggul atas pasangan Dimas/Qanita yang berhenti di angka 147.

Kontingen para panahan Indonesia menambah pundi medali lewat nomor mixed team recurve. Pasangan Kholidin dan Noviera Ross harus puas dengan perak.

Kholidin/Noviera takluk 1-5 dari wakil PPLOP Jawa Tengah, Daffa Indika Haidar/Vinethea Natyasha, di partai final. Skor itu menandai dominasi penuh tim Jawa Tengah pada nomor recurve.

Total raihan dua emas dan satu perak mengantar tim para panahan Indonesia ke puncak klasemen. Mereka finis di atas PPLOP Jawa Tengah yang mengoleksi dua emas dan satu perunggu.

Posisi ketiga ditempati tim Kota Surakarta dengan raihan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Persaingan tiga besar berlangsung sengit hingga nomor terakhir dipertandingkan.

Tim pelatih menilai turnamen ini bukan sekadar ajang mencari medali. Uji mental jadi target utama sebelum skuad menuju Asian Para Games 2026.

Pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, menjelaskan alasan di balik format unik ini. Ia menyebut kehadiran atlet non disabilitas memberi tekanan berbeda bagi anak asuhnya.

“Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar,” kata Idya, Minggu (9/8/2026).

Sumber: https://mahidara.co/ken-swagumilang-dua-emas-para-meter-archery-indonesia-open-2026/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *