Karawang – Pemerhati Satwa Indonesia (Persatin) dan PT Adhimix PCI Plant Karawang resmi memulai kolaborasi strategis dalam kerangka Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk mengubah lahan terbengkalai seluas sekitar 7 hektare menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis ekologi.
Kawasan yang akan dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan, konservasi satwa, serta destinasi ekowisata yang melibatkan partisipasi masyarakat lokal.
Langkah awal kolaborasi ini ditandai dengan survei lapangan yang dilakukan tim konsultan RTH Ekologi Persatin pada Selasa (2/12/2025). Tim melakukan pendataan komprehensif terhadap kondisi tanah, kualitas air, serta keberadaan satwa liar di sekitar area.
Kejutan tak terduga muncul ketika tim menemukan mata air alami di tengah lahan. Temuan ini dinilai sebagai aset berharga yang dapat menjadi fondasi pengembangan ekosistem alami yang berkelanjutan.
“Kehadiran mata air alami di lokasi ini adalah anugerah. Ini memungkinkan kita menciptakan ekosistem basah yang mendukung keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi sumber irigasi alami untuk tanaman konservasi,” kata salah satu anggota tim survei Persatin.
Ketua Umum Persatin Andiyani, mengapresiasi komitmen PT Adhimix dalam menginisiasi transformasi lingkungan yang berdampak luas.
“Langkah PT Adhimix patut diapresiasi. Mengubah lahan terbengkalai menjadi ruang terbuka hijau berbasis ekologi adalah wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan,” ujar Andiyani, Senin (1/12/2025).
Ia menambahkan, kolaborasi ini harus didukung penuh oleh pemerintah daerah dan masyarakat Karawang agar manfaatnya optimal. “Semoga inisiatif ini menjadi teladan bagi perusahaan lain di Karawang untuk turut menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Di sisi lain, perwakilan PT Adhimix PCI Plant Karawang, Joni, menyampaikan rasa terima kasihnya atas keterlibatan Persatin dalam program ini.
“Kami sangat bersyukur Persatin bersedia bermitra. Lahan ini tidak hanya akan menjadi RTH, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan, selaras dengan visi Karawang sebagai Lumbung Pangan Nasional,” ungkap Joni.
Lebih jauh, Joni berharap pemerintah Kabupaten Karawang membuka peluang kerja sama operasional (KSO) untuk memanfaatkan lahan-lahan perusahaan yang telah tidak beroperasi.
“Daripada dibiarkan terbengkalai, lahan-lahan tersebut bisa dikonversi menjadi ruang produktif untuk pertanian, konservasi, atau edukasi lingkungan melalui skema kolaborasi dengan pemerintah dan LSM,” katanya.
Kolaborasi antara Persatin dan PT Adhimix diharapkan menjadi model inovatif dalam pengelolaan lahan pasca-industri yang berkelanjutan. Rencananya, kawasan ini akan ditanami pepohonan endemik, dilengkapi jalur edukasi, area pembibitan, serta zona konservasi satwa kecil seperti burung, serangga penyerbuk, dan amfibi.
Dengan pendekatan berbasis ekologi dan partisipasi masyarakat, kedua pihak meyakini proyek ini tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai sosial, ekonomi, dan edukasi jangka panjang bagi Karawang.***




Komentar