Ia menegaskan bahwa proses perbaikan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan, kondisi cuaca, serta ketersediaan material bangunan di lapangan.
Persebaran 22 Rumah Rusak di 12 Kecamatan
Asep mengungkapkan bahwa 22 rumah hancur akibat bencana di Karawang tersebut tersebar di 12 kecamatan, mencerminkan luasnya dampak cuaca ekstrem yang terjadi. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Kutawaluya, Telagasari, Rawamerta, Tirtajaya, Cibuaya, Banyusari, Batujaya, Telukjambe Timur, Cilebar, Jayakerta, serta Cilamaya Kulon.
Kerusakan yang dialami warga pun beragam. Sebagian rumah hancur diterjang banjir yang merendam fondasi dan dinding bangunan, sementara lainnya roboh akibat terpaan angin kencang dan hujan ekstrem yang berlangsung dalam waktu lama. Kondisi geografis dan drainase di beberapa wilayah juga turut memperparah dampak bencana.
Progres Pembangunan Rumah Terdampak
Dari total 22 unit rumah, saat ini 10 unit telah memasuki tahap pembangunan, sementara 12 unit lainnya masih menunggu distribusi material ke lokasi. Proses ini dilakukan secara bertahap agar kualitas bangunan tetap terjaga dan sesuai dengan standar rumah layak huni.
DPRKP memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan diawasi secara teknis untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni setelah rumah selesai dibangun.
Target Penyelesaian Sebelum Ramadan
Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan seluruh proses perbaikan rumah terdampak dapat diselesaikan dalam waktu 14 hingga 20 hari. Estimasi waktu ini disesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan, akses menuju lokasi, serta jarak pengiriman material bangunan.




Komentar