Puncaknya, pada tahun 2022, Desa Wantilan resmi ditetapkan sebagai Desa Percontohan Saemaul, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Gimcheon.
Pemerintah Desa Wantilan: Kehormatan dan Harapan Besar
Kepala Desa Wantilan, Komarudin, S.Pd., M.IP., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan delegasi Kota Gimcheon serta kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Subang.
Ia menegaskan bahwa program Desa Percontohan Saemaul merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat Desa Wantilan.
“Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami dapat menyambut delegasi Kota Gimcheon, mitra strategis dalam kerja sama Sister City dengan Kabupaten Subang, khususnya bagi Desa Wantilan,” ujarnya.
Menurut Komarudin, program Saemaul telah membawa dampak nyata, terutama dalam pengelolaan sampah, peningkatan kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, baik dalam bentuk dana pendamping maupun sarana prasarana penunjang.
Wakil Bupati Subang: Saemaul Perkuat Gotong Royong dan Kemandirian
Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menyambut hangat kunjungan delegasi Kota Gimcheon. Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pembangunan desa di Subang.
“Program Saemaul telah memberikan dampak positif, khususnya dalam mendorong kemandirian desa, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memperkuat nilai gotong royong,” ungkap Kang Akur.
Ia berharap kegiatan monitoring ini tidak hanya menjadi evaluasi administratif, tetapi juga sarana pertukaran pengalaman dan penguatan hubungan persahabatan antara Kabupaten Subang dan Kota Gimcheon.
Kerja Sama Berkelanjutan untuk Masa Depan Desa
Kang Akur menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk terus mendukung keberlanjutan program Desa Percontohan Saemaul Wantilan. Menurutnya, keberhasilan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari kemandirian masyarakat dan keberlanjutan program.
“Saya berharap kerja sama yang telah terbangun ini dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang, demi kesejahteraan masyarakat desa,” tuturnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Subang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Camat Cipeundeuy, unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kolaborasi internasional dapat menyentuh langsung akar pembangunan, yakni desa dan masyarakat, sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.




Komentar