Kecelakaan ini dengan cepat menyebar luas di media sosial dan grup percakapan warga, mengingat lokasi kejadian merupakan jalur penghubung antarwilayah yang cukup padat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Aparat kepolisian pun bergerak cepat melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan proses evakuasi berjalan aman serta lalu lintas kembali normal.
Kronologi Kecelakaan di Jembatan Belendung
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Begitu menerima laporan dari masyarakat, jajaran Unit Gakkum Satuan Lalu Lintas Polres Karawang bersama personel Polsek Klari langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah TKP.
“Kami melalui Unit Gakkum Satlantas Polres Karawang dan Polsek Klari sudah menangani peristiwa tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Kosambi–Telagasari,” ujar AKBP Fiki dalam keterangan resminya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, kendaraan yang terlibat merupakan mobil pick up bernomor polisi T 8777 BB. Mobil tersebut mengalami kecelakaan tunggal tanpa melibatkan kendaraan lain. Saat kejadian, kendaraan diketahui melaju dari arah Kosambi menuju Telagasari.
Diduga Hilang Kendali dan Oleng ke Kanan
AKBP Fiki mengungkapkan bahwa mobil pick up yang dikemudikan korban melaju dalam kondisi normal dan tanpa membawa muatan. Namun, saat melintasi Jembatan Belendung, kendaraan diduga mengalami hilang kendali.
“Mobil sedang melaju normal tanpa muatan. Saat melintas di Jembatan Belendung, kendaraan diduga hilang kendali, oleng ke arah kanan, menabrak pembatas jembatan, kemudian terperosok ke dalam saluran irigasi,” jelasnya.
Benturan keras menyebabkan mobil terbalik dan masuk ke saluran irigasi dengan kedalaman cukup signifikan. Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi cukup sulit dan membutuhkan waktu serta peralatan khusus.
Identitas Korban dan Upaya Penyelamatan
Korban diketahui bernama Asep Mulyadi (43), warga Kabupaten Purwakarta, yang merupakan pengemudi sekaligus satu-satunya penumpang kendaraan tersebut. Saat pertama kali dievakuasi, korban sempat tidak membawa identitas diri.
“Korban meninggal dunia bernama Asep Mulyadi, warga Kabupaten Purwakarta. Saat dievakuasi, korban tanpa identitas. Identitas baru kami ketahui setelah melakukan pengecekan lanjutan di TKP,” ujar Kapolres Karawang.
Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat berusaha memberikan pertolongan awal dan membantu proses evakuasi korban dari dalam kendaraan. Korban kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Citra Sari Husada, rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian, untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Korban Dinyatakan Meninggal Dunia
Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Sekitar pukul 16.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita.
“Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Citra Sari Husada untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap AKBP Fiki.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang untuk dilakukan proses visum dan penanganan lanjutan sesuai prosedur kepolisian.
Evakuasi Kendaraan dan Penyelidikan Polisi
Selain mengevakuasi korban, petugas kepolisian juga melakukan pengangkatan bangkai kendaraan dari dalam saluran irigasi. Proses evakuasi mobil pick up tersebut baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 18.15 WIB, beberapa jam setelah kejadian.
“Kendaraan berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.15 WIB. Bangkai kendaraan kini diamankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan,” jelasnya.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor kondisi jalan, cuaca, serta kondisi fisik pengemudi saat kejadian. Hasil lengkap penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan visum selesai dilakukan.
Imbauan Keselamatan dari Kepolisian
Menutup keterangannya, Kapolres Karawang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama saat melintasi jalur rawan kecelakaan seperti jembatan dan jalan sempit.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berkendara,” pungkasnya.
Peristiwa kecelakaan pickup nyemplung di irigasi Karawang ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kewaspadaan, kepatuhan terhadap aturan, serta kondisi kendaraan yang layak jalan menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.




Komentar