Ia menyampaikan bahwa meskipun target tersebut terbilang tinggi, pihaknya tetap optimistis dapat mencapainya melalui penguatan sistem pemungutan pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi pengawasan terhadap sektor-sektor strategis.
Perbandingan Target PAD 2025 dan 2026
Sahali juga mengakui bahwa target PAD tahun 2025 sebesar Rp1,7 triliun tidak berhasil tercapai. Namun demikian, ia tidak merinci secara detail berapa jumlah PAD yang berhasil direalisasikan pada tahun tersebut. Menurutnya, evaluasi atas capaian tahun 2025 menjadi bahan pembelajaran penting dalam menyusun strategi peningkatan PAD di tahun 2026.
Kegagalan mencapai target pada tahun sebelumnya tidak lantas membuat Bapenda pesimistis. Justru, kondisi tersebut dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan internal, baik dari sisi kebijakan, pelayanan, maupun pengawasan.
Strategi dan Optimisme Pencapaian PAD Tahun 2026
Bapenda Karawang menilai bahwa masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan PAD, terutama dari sektor pajak daerah yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan. Optimalisasi digitalisasi layanan perpajakan, pendataan objek pajak secara lebih akurat, serta peningkatan koordinasi dengan perangkat daerah lain menjadi fokus utama dalam strategi tahun 2026.
Selain itu, pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kabupaten Karawang, khususnya di sektor industri, perdagangan, dan jasa, juga menjadi faktor pendukung meningkatnya target PAD. Pemerintah daerah berharap iklim investasi yang kondusif dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah.
Peran Kepemimpinan Kepala Bapenda Karawang
Di bawah kepemimpinan Sahali Kertawijaya, kinerja Bapenda Karawang dinilai cukup mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Berdasarkan pemantauan lapangan, Sahali dikenal aktif mendorong jajaran Bapenda untuk bekerja lebih keras dalam merealisasikan target PAD.




Komentar