Teknologi

Sensor Cuaca Whoosh: Teknologi Rahasia yang Mengamankan Operasi di Musim Hujan, Ini Faktanya

Teknologi Rahasia yang Mengamankan Operasi di Musim Hujan
Teknologi Rahasia yang Mengamankan Operasi di Musim Hujan

MAHIDARA.CO – Memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi, KCIC kembali menegaskan komitmen keselamatan melalui penerapan sensor cuaca Whoosh berbasis teknologi real-time. Sistem ini menjadi tumpuan utama dalam mengendalikan perjalanan kereta cepat saat kondisi cuaca berubah secara drastis. Penerapan sensor cuaca Whoosh tersebut bertujuan menjaga keandalan layanan serta memastikan perjalanan tetap aman.

KCIC mengoperasikan rangkaian sensor real-time Whoosh yang bekerja non-stop memantau situasi lintasan. Teknologi ini disiapkan sejak awal operasional dan terus dikembangkan. Melalui rainfall alarm Whoosh, sistem mampu memberikan respons cepat terhadap peningkatan curah hujan. Hal ini menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan perjalanan pada masa hujan intens yang sering terjadi pada akhir tahun.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa KCIC telah memasang 12 sensor cuaca Whoosh pada jalur Halim hingga Karawang. Setiap sensor mengukur debit hujan setiap jam dan mengirimkan data otomatis ke pusat kendali operasi. Informasi ini langsung dianalisis untuk menentukan respons keselamatan yang dibutuhkan.

Eva menjelaskan bahwa ketika sensor real-time Whoosh mendeteksi curah hujan tertentu, sistem akan mengaktifkan alarm. Data tersebut akan menjadi dasar penerapan langkah pengamanan. Teknologi rainfall alarm Whoosh membantu petugas melihat perkembangan cuaca secara presisi dan tanpa jeda.

Kereta Cepat Whoosh adalah kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam

KCIC mengoperasikan 12 sensor curah hujan yang tersebar mulai dari Stasiun Halim hingga Stasiun Karawang

Pada intensitas hujan sekitar 25 mm per jam, petugas akan meningkatkan pengawasan lintasan dan infrastruktur pendukung. Jika curah hujan mencapai 60 mm per jam, sistem membatasi kecepatan kereta menjadi 120 km/jam. Pembatasan ini diterapkan otomatis melalui integrasi sensor cuaca Whoosh dan pusat kendali.

Bitcoin di Era Ledakan AI: Ancaman Bagi Kripto atau Awal Kolaborasi Teknologi Baru?

Pada hujan sangat lebat dengan debit sekitar 80 mm per jam, pembatasan diperketat. Kecepatan Whoosh dibatasi hingga 45 km/jam demi menjaga keselamatan. Kebijakan ini berlaku penuh sepanjang jalur yang terdeteksi melalui sensor real-time Whoosh. Pengendalian ini dirancang agar masinis dapat tetap mengamankan perjalanan dalam kondisi jarak pandang rendah.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *