Nama tersebut akhirnya diterima luas dan digunakan hingga kini.
Pada tahun 1996, Linux juga memperkenalkan maskot resminya, Tux, seekor pinguin yang kemudian menjadi ikon global open source. Maskot ini melambangkan kesederhanaan, kebebasan, dan kekuatan komunitas.
Linux Resmi Mengadopsi Lisensi GNU GPL
Pada awal perilisannya, Linux menggunakan lisensi pribadi yang membatasi penggunaan komersial. Namun pada tahun 1992, Linus Torvalds memutuskan untuk merilis Linux di bawah GNU GPL.
Keputusan ini menjadi titik penting yang memungkinkan Linux berkembang pesat sebagai sistem operasi lengkap yang terintegrasi dengan komponen GNU. Sejak saat itu, Linux dikenal sebagai GNU/Linux dalam konteks teknis.
Distribusi Linux dan Ekosistem Global
Seiring bertambahnya pengguna dan kontributor, lahirlah berbagai distribusi Linux seperti Slackware, Debian, Red Hat, SUSE, dan Ubuntu. Setiap distribusi menawarkan pendekatan berbeda, namun semuanya berbagi kernel Linux yang sama.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




Komentar