Menurutnya, nitrogen berbasis nitrat memiliki peran penting dalam fase pembentukan bunga dan buah, sehingga berdampak langsung pada peningkatan hasil panen. Berdasarkan uji coba yang dilakukan Pupuk Kujang sejak awal 2024, penggunaan pupuk NPK Nitrat terbukti mampu meningkatkan produktivitas hortikultura hingga 11,5 persen.
Karakteristik nitrogen nitrat yang lebih stabil juga dinilai mendukung praktik pertanian berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.
Dampak Ekonomi dan Pengawasan Ketat
Selain manfaat strategis di sektor pertanian, pembangunan pabrik ini juga memberikan dampak ekonomi langsung. Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap 130 tenaga kerja, dan saat operasional akan membuka 125 lapangan kerja permanen.
Tak hanya itu, proyek ini juga mendorong penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 25 persen, atau setara Rp140 miliar, yang diharapkan mampu menggerakkan industri pendukung nasional.
Untuk memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel, pembangunan pabrik ini turut mendapatkan pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dukungan Pemerintah dan Investor Negara
Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menyebut proyek ini sebagai bukti konkret visi jangka panjang Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan.
“Ide pembangunan pabrik NPK Nitrat ini telah dirancang sejak dua tahun lalu, melalui feasibility study, kajian pasar, hingga perencanaan yang matang. Groundbreaking hari ini menunjukkan kesiapan Pupuk Indonesia menjawab tantangan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Managing Director Business II PT Danantara Asset Management (Persero), Setyanto Hantoro, menilai proyek ini sebagai bagian dari revitalisasi industri pupuk nasional.
“Pabrik baru dengan teknologi lebih efisien akan meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Dampaknya sangat besar bagi petani dan daya saing pertanian Indonesia,” kata Setyanto.
Fondasi Menuju Industri Pupuk Berkelanjutan
Melalui pembangunan pabrik NPK Nitrat ini, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya menjalankan agenda revitalisasi industri pupuk nasional sesuai Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Upaya ini melengkapi berbagai proyek strategis lainnya, seperti revamping Ammonia PKT 2, Proyek Pusri 3B, pengembangan NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik NPK PIM, serta PSN Pabrik Pupuk Fakfak.
Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan ketersediaan pupuk yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Sumber: https://mahidara.co/pupuk-indonesia-bangun-pabrik-npk-nitrat-pertama-indonesia-di-cikampek/

