“Kami tidak hanya fokus pada penanganan fisik di lapangan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dan tidak panik menghadapi situasi ini,” tambah IPDA Cep Wildan.
Langkah Teknis Pemulihan dan Pencegahan Lanjutan
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang bersama Perum Jasa Tirta II segera melakukan pembuatan tanggul sementara di titik longsor. Langkah ini bertujuan untuk menahan aliran air agar tidak kembali meluap ke permukiman.
Perum Jasa Tirta II juga mengambil langkah strategis dengan mematikan tiga pompa di Bendung Curug yang mengarah ke aliran Kalimalang. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi debit air dan menekan potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Polri Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
Menutup keterangannya, Kasi Humas Polres Karawang menegaskan bahwa Polri akan terus bersiaga dan melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan terkendali.
“Polri hadir untuk masyarakat, terutama di saat-saat sulit seperti ini. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi warga sampai kondisi kembali normal,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, kolaborasi lintas instansi, serta peran aktif aparat negara dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Kabupaten Karawang.




Komentar