Perbaikan dilakukan dengan metode pemasangan cerucuk bambu dan beronjong berisi batu sebagai pondasi penahan. Struktur ini diperkuat dengan dukungan dua unit alat berat berupa ekskavator serta satu unit perahu amfibi yang digunakan untuk menjangkau area sulit di sepanjang saluran sungai.
Langkah teknis ini dinilai efektif sebagai penanganan awal sambil menunggu perbaikan permanen. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dan diawasi ketat guna memastikan hasil yang maksimal dan aman bagi lingkungan sekitar.
Kondisi Warga Berangsur Normal
Seiring dengan progres perbaikan tanggul, kondisi permukiman warga yang sebelumnya terdampak banjir akibat longsor kini berangsur pulih. Air yang sempat menggenangi rumah warga dilaporkan telah surut, sehingga masyarakat dapat kembali menempati rumah masing-masing dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian tetap mengedepankan prinsip kewaspadaan. Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang masih menyiagakan dua unit perahu fiber di sekitar lokasi tanggul jebol dan permukiman warga.
Selain itu, tenda pengungsian serta bantuan logistik tetap disiapkan sebagai langkah antisipasi. Titik pengungsian berada di Masjid Al-Furqon, Desa Margakaya, yang sewaktu-waktu dapat digunakan apabila terjadi peningkatan debit air secara mendadak.
Pengendalian Debit Air dan Tinjauan Lapangan
Sebagai bagian dari upaya pengendalian debit air di Sungai Kalimalang, Perum Jasa Tirta II telah mematikan tiga unit pompa di Bendung Curug yang mengarah ke saluran tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan aliran air pada tanggul sementara yang sedang diperbaiki.




Komentar