Dua pelaku berboncengan di satu sepeda motor FU. Mereka memecahkan kaca bagian penumpang tengah, lalu mengambil tas berisi uang Rp1,3 miliar.
Ali menduga pelaku yang memberi tahu ban kempis dan pelaku yang memecahkan kaca merupakan satu komplotan yang sama. Total pelaku diperkirakan berjumlah 3 hingga 4 orang.
“Jadi ada 2 sepeda motor tadi, yang 1 memberitahu ban kempes, yang satu yang memecah kaca dan mengambil uang. Ini diperkirakan satu komplotan yang sama, pelaku diperkirakan berjumlah 3-4 orang,” paparnya.
Dengan begitu, polisi memegang gambaran dua sepeda motor dengan peran berbeda. Satu memberi kabar ban kempis, satu lagi memecahkan kaca dan mengambil uang.
Penyelidikan masih berjalan. Polisi mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Penyidik juga sudah mengirim surat kepada saksi dari pihak lain untuk dimintai keterangan. Mereka masih berupaya mengumpulkan CCTV dan alat bukti lain.
“Ini kan masih berjalan, beberapa saksi sudah diperiksa, saksi dari pihak lain juga kita sudah surati untuk dimintai keterangan. CCTV dan alat bukti lain kami sedang berupaya mengumpulkan, mudah-mudahan upayanya berjalan maksimal dan pelaku dapat terungkap,” pungkasnya.
Sebelumnya, CQ melaporkan dugaan pencurian dengan pemberatan. Kuasa hukumnya, Alek Safri Winando, menyebut kliennya menjadi korban saat dalam perjalanan menuju Jakarta.
Alek menyampaikan hal itu saat ditemui di Mapolresta Karawang, Senin (28/9/2026) malam.
“Klien kami mengalami pencurian di kawasan industri menuju Gerbang Tol Kalihurip saat dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, mobil yang dikendarai klien kami diduga dibobol,” ujar Alek.
Hingga Selasa (29/9/2026), pelaku belum terungkap.
Sumber: https://mahidara.co/pencurian-pecah-kaca-wna-tiongkok-karawang-kalihurip/

