Lewati ke konten

mahidara.co

Berita penting

Rp1,3 Miliar Milik WNA Tiongkok Digondol Komplotan Motor di Kalihurip

4 menit baca

Karawang, MAHIDARA – Komplotan pengendara motor memecahkan kaca mobil seorang WNA asal Tiongkok dan membawa kabur uang Rp1,3 miliar di kawasan industri Kalihurip, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 11.30.

Polisi kini bergerak cepat menyelidiki kasus ini. Mereka sudah memeriksa tiga saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasatreskrim Polresta Karawang, Kompol Ali Jupri, menyebut kasus pencurian itu kini menjadi prioritas penanganan pihaknya.

Ali menyampaikan hal tersebut saat diwawancara detikJabar di Mapolresta Karawang, Selasa (29/9/2026).

“Untuk peristiwa pencurian yang terjadi kemarin sekitar pukul 11.30 di kawasan industri Kalihurip tersebut, tengah kami tangani. Laporan sudah diterima dan saksi sudah diperiksa sebanyak tiga orang,” kata Ali.

Korban adalah WNA asal Tiongkok berinisial CQ (46). Ia melaporkan dugaan pencurian dengan pemberatan ke polisi.

Menurut Ali, peristiwa bermula saat korban baru mengambil uang tunai dalam jumlah besar dari Bank BCA Cikampek.

“Peristiwa berawal dari korban usai mengambil sejumlah uang di Bank BCA Cikampek, untuk pembayaran tunai sejumlah Rp1,9 miliar disimpan dalam 2 tas. Rp1,3 miliar di satu tas disimpan di jok tengah disamping korban, sedangkan Rp600 juta disimpan di satu tas di bawah jok tengah, dan yang dicuri uang yang dalam satu tas sejumlah Rp1,3 miliar,” kata dia.

Total uang tunai di dalam mobil mencapai Rp1,9 miliar. Pelaku hanya mengambil tas berisi Rp1,3 miliar, sedangkan tas berisi Rp600 juta tidak ikut dicuri.

Korban meninggalkan bank dan melaju sekitar tiga kilometer. Pada titik 500 meter sebelum Gerbang Tol Kalihurip, pengendara motor matik memepet mobilnya.

Pengendara itu memberi isyarat bahwa ban mobil korban kempis. Polisi menduga ia bagian dari komplotan yang sama dengan pelaku pemecah kaca.

“Korban bersama satu orang staf sekaligus sopir, dan seorang penerjemah, ada bertiga di dalam mobil disusul sepeda motor yang mengetuk kaca mobil memberitahukan bahwa ban kendaraan kempis. 20 meter kemudian korban berhenti tepat di dekat tambal ban,” kata dia.

Di dalam mobil ada tiga orang. Mereka adalah korban, seorang staf yang sekaligus menjadi sopir, dan seorang penerjemah.

Mobil berhenti tepat di dekat tambal ban, 20 meter setelah pengendara motor mengetuk kaca. Korban dan rombongan lalu turun untuk mengecek kondisi ban.

Situasi itu dimanfaatkan komplotan pelaku. Aksi mereka berlangsung cepat.

“Setelah semua orang di dalam mobil keluar mengecek ban, ada 2 orang berbocengan di 1 sepeda motor FU, lalu memecahkan kaca bagian penumpang tengah, dan mengambil tas berisi uang sejumlah Rp1,3 miliar,” ungkap Ali.

Sumber: https://mahidara.co/pencurian-pecah-kaca-wna-tiongkok-karawang-kalihurip/

· ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *