“Pekerjaan semi skill worker itu sangat rentan digantikan AI,” ujar Bhima.
Digital marketing dan riset pasar juga tak luput dari ancaman, karena banyak analisis data kini bisa dilakukan secara otomatis dengan tingkat akurasi tinggi.
AI Bukan Monster, Tapi Cermin
Masalahnya Bukan Teknologi, Tapi Kesiapan
Meski terdengar mengkhawatirkan, Bhima menegaskan bahwa AI bukan musuh. Teknologi ini hanya mempercepat perubahan yang sebenarnya sudah lama terjadi sejak era internet.
Masalahnya, banyak pekerja belum sempat beradaptasi. Ketika AI datang, sebagian orang masih bertahan pada pola kerja lama yang kini tak lagi relevan.
Di sisi lain, mereka yang mampu menggunakan AI sebagai alat bantu justru bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Peran Pemerintah dan Masa Depan Pekerjaan
Lapangan Kerja Baru Harus Diciptakan
Menurut Bhima, pemerintah tak bisa tinggal diam. Disrupsi AI harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja baru, terutama di sektor-sektor strategis.
Salah satu sektor yang disorot adalah ketahanan pangan. Bhima menilai sektor ini seharusnya digarap oleh anak muda potensial, bukan hanya didominasi aparat. Pertanian modern, hilirisasi perkebunan, dan teknologi pangan bisa menjadi sumber pekerjaan baru dengan nilai tambah tinggi.
Pendidikan Harus Ikut Berubah
Selain lapangan kerja, sistem pendidikan juga perlu berbenah. Dari perguruan tinggi hingga sekolah vokasi, kurikulum harus lebih adaptif terhadap AI.




Komentar