May Day sebagai Ruang Refleksi Bersama
Tokoh yang akrab disapa Kang Hes itu mengajak semua pihak — pemerintah, pengusaha, dan masyarakat — menjadikan May Day sebagai ruang refleksi bersama. Ia mendorong semua kalangan memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menghargai tenaga kerja.
Endang menegaskan buruh harus dipandang sebagai mitra pembangunan, bukan sekadar bagian dari mesin industri. Dengan posisi itu, pekerja layak mendapatkan ruang yang adil, perlindungan yang memadai, dan perhatian serius dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
Melalui kanal media sosial pribadinya, ia menyampaikan pesan yang lebih luas. Semangat Hari Buruh, kata Endang, harus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat solidaritas sosial, mempererat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“May Day bukan hanya milik kaum buruh. Hari Buruh adalah milik semua orang yang percaya bahwa kerja keras layak dihormati dan kesejahteraan harus diperjuangkan bersama,” tegasnya.
Pembangunan, menurut Endang, tidak hanya diukur dari tingginya investasi atau besarnya pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan juga harus diukur dari sejauh mana pekerja mendapatkan penghargaan yang layak atas tenaga dan pengorbanannya.




Komentar