Menurut Eva, mayoritas wisatawan tersebut melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan berbagai kawasan wisata unggulan di Jawa Barat.
“Wisatawan Malaysia memanfaatkan libur akhir tahun untuk berwisata di Bandung, serta mengunjungi destinasi wisata alam seperti Lembang, Ciwidey, dan sejumlah kawasan wisata lainnya. Ini menunjukkan bahwa Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang diminati wisatawan mancanegara,” ujar Eva.
Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa kecepatan, kenyamanan, dan integrasi transportasi menjadi faktor kunci dalam menarik minat wisatawan asing, terutama yang mengutamakan efisiensi waktu selama berlibur.
Data Historis: Tren Positif Sejak Operasi Perdana
Secara kumulatif sejak mulai beroperasi pada 2023 hingga akhir 2025, KCIC mencatat sekitar 294 ribu penumpang asal Malaysia telah menggunakan layanan Whoosh. Sementara itu, total penumpang internasional dari berbagai negara mencapai sekitar 394 ribu penumpang.
Data ini menunjukkan bahwa Malaysia menjadi penyumbang terbesar wisatawan asing pengguna Kereta Cepat Whoosh, sekaligus mencerminkan kuatnya konektivitas pariwisata antara Indonesia dan Malaysia.
Pengamat transportasi dan pariwisata menilai tren ini sebagai indikator positif bahwa kereta cepat mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata nasional, khususnya Jawa Barat, di mata wisatawan regional.
Volume Penumpang Melonjak Hingga 30 Persen
Tak hanya wisatawan mancanegara, antusiasme masyarakat selama masa libur akhir tahun juga tercermin dari lonjakan volume penumpang secara keseluruhan.




Komentar